-->

Ads (728x90)

Proyek Air Bersih di Desa Sugie Mandeg, DPRD Kepri Dorong Dikelola Kopdes Merah Putih
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com)
 
By Robert
KARIMUN,  Peristiwanusantara.com
– Fasilitas air bersih di Desa Sugi, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri mangkrak akibat kekurangan debit air dan negosiasi masyarakat dengan pengelola.

Rusaknya sarana air bersih membuat warga mengeluh dan resah lantaran kesulitan mendapatkan air. 

“ Air merupakan kebutuhan dasar bagi warga, masyarakat menaruh harapan besar dengan dibangunnya fasilitas sarana air bersih,” kata Sopiannadi warga Desa Sugi.

Pembangunan proyek fasilitas sarana air bersih di Desa Sugie dibangun tahun 2024 lalu dari dana desa, dengan dana ratusan juta. Tetapi kenyataan di lapangan, pipa-pipa terpasang, bak penampung berdiri megah, tetapi fungsinya nol besar, air tidak mengalir ke pemukiman penduduk.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sugie tidak pernah menjelaskan ke masyarakat mengenai mandegnya operasional sarana air bersih tersebut. Sehingga menimbulkan tanda tanya besar, kemana perginya pertanggungjawaban penggunaan uang negara.

Ia menyebut bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) adalah uang rakyat yang  harus kembali ke rakyat dalam bentuk manfaat nyata, bukan dalam bentuk kegagalan.

Sopian bersama warga desa lainnya akan melaporkan terkait proyek ini ke pihak aparat penegak hokum.

“ Jika Pemdes tidak mampu menjalankan amanah, maka hukum harus menjadi panglima untuk meluruskan penyimpangan yang ada,” katanya.

Menyikapi akan hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin SE., MM., mendorong Koperasi Merah Putih mengelola air bersih di desa tersebut.

“Sayang kalau dibiarkan terbengkalai, lebih baik dikelola oleh Kopdes Merah Putih,” kata Wahyu Wahyudin kepada wartawan, Jumat (27/2).

Menurutnya, jika dikelola oleh Kopdes Merah Putih, instalasi air bersih nantinya dapat ditingkatkan lagi.

Selain itu, Wahyu juga mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa atau BumDes berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih. 

“ Kolaborasi, Kopdes Merah Putih dan BumDes bisa mengoptimalkan potensi desa, sehingga ekonomi desa berputar dengan baik,” katanya. (Bert)

Editor : Ismanto

Posting Komentar