![]() |
| Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo memberi penghargaan kepada pegawai Rutan di Rutan Batam (Foto : dok Humas Rutan Batam) |
By Posman
BATAM, Peristiwanusantara.com – Untuk memaksimalkan momentum Ramadan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam meningkatkan pembinaan keagamaan khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo mengatakan pembinaan kegamaan itu dilakukan agar Ramadan kali ini tak hanya menghadirkan suasana religius di balik jeruji, tetapi juga menjadi ruang pembinaan serius untuk membentuk pribadi WBP yang lebih siap kembali ke masyarakat.
“ Ramadhan kali ini, kami tidak sekadar menjalankan rutinitas ibadah, tetapi mendorong peningkatan kualitas spiritual para WBP,” kata Fajar kepada wartawan belum lama ini.
Ia menyebut pembinaan agama itu dilakukan dengan menggelar shalat tarawih berjamaah, tadarus Al Quran, doa dan zikir bersama saat menjelang berbuka.
Selain itu, kata dia, ada juga lomba hafalan serta program one day one juz untuk memacu semangat WBP.
Rutan Batam juga membuka layanan penitipan makanan khusus selama Ramadhan. Keluarga dapat mengirimkan takjil atau menu favorit untuk mengobati rindu suasana rumah.
Terkait jadwal, petugas Rutan Batam menjadwalkan untuk setiap Senin hingga Jumat, pukul 15.30–17.30 WIB, dengan pengawasan ketat demi menjaga keamanan.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas harian WBP tetap berjalan seperti biasa, tetapi pihaknya menambah porsi pembinaan keagamaan pada malam hari dan menjelang berbuka.
Untuk memperkuat materi, Rutan Batam menggandeng Kementerian Agama melalui perkumpulan mubaligh Kota Batam. Para mubaligh memberikan pembelajaran fiqih, tajwid, hingga hafalan Al Quran.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan tidak hanya membekali WBP selama Ramadhan, tetapi juga saat kembali ke masyarakat.
Fajar menjelaskan bahwa saat ini Rutan Batam menampung 1.034 WBP, terdiri atas 564 narapidana dan 470 tahanan. Dari jumlah tersebut, 84,9 persen beragama Islam dan 15,1 persen non-Muslim.
Banyaknya WBP dan terbatasnya daya tampung masjid membuat petugas Rutan kewalahan mengatur jadwal, terpaksa petugas menerapkan sistem bergiliran untuk shalat tarawih. Rutan menyusun jadwal agar seluruh WBP tetap bisa beribadah dengan tertib dan aman.
Tadarus Al Quran pun diseleksi, petugas hanya mengikutsertakan 10 WBP yang telah lancar membaca Al Quran dan memenuhi syarat administrasi, termasuk lolos sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). ) (Man)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar