-->

Ads (728x90)

Bendera Korsel (Foto: AP Photo/Lee Jin-man/detik.com)

Editor By : Ismanto


JAKARTA, Peristiwanusantara.com
-  Korea Selatan (Korsel) memprotes acara pemerintah Jepang yang memperingati gugusan pulau yang disengketakan antarkedua negara. Kosel menyebut langkah tersebut sebagai penegasan kedaulatan yang tidak adil atas wilayahnya.

Dilansir Reuters, Minggu (22/2/2026), Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan, mengatakan pihaknya sangat keberatan dengan acara Hari Takeshima yang diadakan oleh prefektur Shimane Jepang dan kehadiran seorang pejabat senior pemerintah Jepang. Kemlu Korsel mendesak Jepang untuk segera membatalkan upacara tersebut.

Pulau-pulau kecil tersebut, yang dikenal sebagai Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan, yang menguasainya, telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara tetangga tersebut. Hubungan kedua negara tersebut tetap tegang akibat perselisihan yang berakar pada pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

"Dokdo jelas merupakan wilayah kedaulatan Korea Selatan secara historis, geografis, dan berdasarkan hukum internasional," kata kementerian tersebut.

Korsel menyerukan Jepang menghentikan apa yang digambarkan sebagai klaim tanpa dasar dan untuk menghadapi sejarah dengan rendah hati. Kementerian Korsel memanggil seorang diplomat senior Jepang ke gedung kementerian di Seoul untuk menyampaikan protes.

Seseorang di Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan tidak ada seorang pun yang dapat dihubungi pada hari Minggu untuk memberikan komentar. Adapun panggilan ke Kantor Perdana Menteri tidak dijawab. Pemerintah mengirimkan seorang wakil menteri dari Kantor Kabinet, bukan seorang menteri kabinet, ke upacara tersebut.

Sementara itu, Korsel telah berulang kali keberatan dengan klaim teritorial Jepang atas pulau-pulau tersebut, termasuk protes yang dikeluarkan pada Jumat atas komentar Menteri Luar Negeri Jepang selama pidato parlemen yang menegaskan kedaulatan Tokyo atas pulau-pulau kecil tersebut.

Wilayah tersebut terletak di daerah penangkapan ikan yang subur dan mungkin berada di atas cadangan gas alam hidrat yang sangat besar yang nilainya bisa mencapai miliaran dolar, kata Seoul.



Sumber : detik.com

Posting Komentar