![]() |
| Presiden AS Donald Trump (Foto: Mandel Ngan/AFP/Getty Images) Editor By : Ikhsan |
JAKARTA, Peristiwanusantara.com - Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu (21/02) mengatakan ia mengirim kapal rumah sakit ke Greenland, wilayah semiotonom milik Denmark. Ia mengatakan kapal tersebut akan merawat banyak orang yang "sakit" di pulau itu.
Trump tidak memberikan rincian tambahan tentang siapa yang ia maksud atau berapa banyak orang yang akan dibantu kapal tersebut.
"Kami akan mengirim kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak dirawat di sana," tulis Donald Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip detik.com, Senin (23/2)
"Itu sedang dalam perjalanan!!!" tambahnya.
Apa kata Greenland dan Denmark tentang kapal tersebut?
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menanggapi pernyataan Trump pada hari Minggu (22/02) dengan mengatakan: "Tidak, terima kasih."
"Ide Presiden Trump untuk mengirim kapal rumah sakit Amerika Serikat ke sini, ke Greenland, sudah kami catat. Namun kami memiliki sistem layanan kesehatan publik di mana perawatan gratis bagi warga. Itu adalah pilihan yang disengaja," ujar perdana menteri Greenland dalam unggahan di media sosial.
Nielsen mengatakan Greenland terbuka untuk kerja sama dengan Amerika Serikat, tetapi mengkritik cara komunikasi yang dipilih presiden AS tersebut.
"Berbicaralah kepada kami alih-alih sekadar membuat pernyataan yang kurang lebih random di media sosial," kata Nielsen.
Menhan Denmark: Greenland tidak membutuhkan bantuan medis asing
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan dalam unggahan Instagram bahwa ia "senang tinggal di negara di mana akses terhadap layanan kesehatan gratis dan setara bagi semua orang. Di mana asuransi atau kekayaan tidak menentukan apakah seseorang menerima perawatan yang bermartabat."
Ada lima rumah sakit regional di Greenland, dengan satu rumah sakit di ibu kota, Nuuk, yang melayani pasien dari seluruh wilayah tersebut. Akses terhadap layanan kesehatan gratis di Greenland maupun di Denmark.
Menteri Pertahanan Denmark juga menegaskan bahwa Greenland tidak membutuhkan bantuan medis dari negara lain sebagai tanggapan atas pernyataan Trump.
"Penduduk Greenland menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Mereka menerimanya di Greenland, atau, jika memerlukan perawatan khusus, mereka menerimanya di Denmark," kata Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen kepada lembaga penyiaran Denmark DR. "Jadi bukan berarti ada kebutuhan akan inisiatif layanan kesehatan khusus di Greenland."
Lund Poulsen mengatakan kepada DR bahwa ia tidak mengetahui kemungkinan kedatangan kapal rumah sakit AS tersebut.
"Trump terus-menerus menulis tentang Greenland di media sosial. Jadi ini jelas merupakan bagian dari normal baru yang kini terjadi dalam politik internasional," ujarnya.
Komando Arktik Denmark mengevakuasi awak kapal selam AS
Unggahan Trump pada hari Sabtu (21/02) muncul setelah Komando Arktik Gabungan Denmark mengatakan pihaknya telah mengevakuasi seorang awak kapal selam AS yang membutuhkan perawatan medis mendesak.
Kapal selam tersebut berada di perairan Greenland, tujuh mil laut di luar Nuuk.Tidak jelas apakah unggahan Trump tentang pengiriman kapal rumah sakit ada kaitannya dengan evakuasi tersebut.
Dorongan Trump terkait Greenland meningkatkan ketegangan
Namun demikian, pengumuman itu menjadi signifikan di tengah perselisihan mendalam antara pemerintahan Trump dan Eropa mengenai kendali atas wilayah tersebut.
Greenland, pulau terbesar di dunia, merupakan wilayah Arktik yang kaya mineral dan memiliki nilai strategis penting. Wilayah itu memiliki pemerintahan sendiri, tetapi tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark.
Trump mengatakan pulau tersebut penting bagi keamanan nasional AS dan bahwa ia ingin menguasainya. Sebelumnya ia bahkan mengancam akan merebutnya dengan paksa jika perlu.
Retorika tersebut telah meningkatkan ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa dalam NATO.
Greenland, Denmark, dan AS telah terlibat dalam pembicaraan untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Trump kemudian melunakkan ancamannya setelah mencapai kesepakatan "kerangka kerja" dengan kepala NATO Mark Rutte untuk memastikan pengaruh AS yang lebih besar atas Greenland.
Awal pekan ini, Raja Denmark Frederik X mengunjungi Greenland. Itu merupakan kunjungan keduanya ke pulau tersebut dalam setahun, sebagai upaya menunjukkan persatuan dengan wilayah itu di tengah dorongan Trump untuk mengambil alih kendali atas pulau yang luas tersebut. (san)
Sumber : detik.com

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar