![]() |
| Warung Doni pedagang sayur mayur di pasar Sagulung, Sabtu (21/2) (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com) |
By Posman
BATAM, Peristiwanusantara.com – Hari ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H, harga sayur mayur terus melonjak naik. Kenaikannya hampir 100 % jika dibandingkan pada hari biasa.
Seperti di Pasar Sagulung, Kota Batam, pada Sabtu (21/2) harga sayur buncis dan kacang panjang naik 100 %. Jika dihari biasa harga sayur buncis Rp 14 ribu tetapi saat ini harganya Rp 30 ribu. Sedangkan kacang panjang saat ini dijual dengan harga Rp 40 ribu padahal dihari biasa harganya Rp 17 ribu perkilogram.
“ Harga sayur mayur melonjaknya sejak seminggu sebelum puasa, kenaikan harga sayur mayur disebabkan curah hujan tinggi akibatnya produksi sayur mayur petani local menurun,” kata Doni pedagang sayur mayur di Pasar Sagulung, Sabtu (21/2).
Tomat biasanya dijual dengan harga Rp 14 ribu, menjelang puasa harganya melonjak naik menjadi Rp 40 ribu perkilogram.
“ Yang masih normal saat ini harganya mas hanya bawang jawa dan bawang putih, sayur mayur lainnya melonjak naik mas. Bawang jawa masih tetap Rp 30 ribu dan bawang putih harganya masih tetap Rp 27 ribu perkilogram,” katanya.
Kentang sebelum puasa harganya Rp 40 ribu saat ini harganya Rp 58 ribu perkilogram, cabe keriting dari Rp 35 ribu harganya naik Rp 58 ribu.
Demikian halnya dengan kentang medan dari Rp 14 ribu, saat ini dijual dengan harga Rp 16 ribu, wortel sebelumnya dijual dengan harga Rp 13 ribu kini dijual dengan harga Rp 17 ribu.
“Santan kelapa dan kelapa parut harganya masih tetap dijual dengan harga Rp 20 ribu perkilogram,” katanya.
Harga telur juga naik, semula satu papan dijual dengan harga Rp 51 ribu kini harganya naik menjadi Rp 56 ribu.
Tomat juga naik harganya dari Rp 14 ribu kini harganya Rp 22 ribu perkilogram.
Dino menyebut kenaikan harga sayur mayur merangkak naik, tetapi stok sayur mayurnya selalu cukup.
“ Walau saat ini cuaca ekstrem pasokan sayur mayur tetap cukup, hanya saja menurut penjelasan distributor akibat cuaca ekstrem ongkos kirimna naik dan waktu pengiriman bertambah,” katanya.
Ia berharap instansi terkait segera turun untuk memantau harga dan stok sayur mayur, apalagi dalam waktu dekat ini umat muslim akan merayakan lebaran Idul Fitri 1447, tentunya permintaan sayur mayur akan tinggi. Jika harga sayur mayur tinggi dikwatirkan akan terjadi inflasi. (Man)
Editor ; Ikhsan

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar