-->

Ads (728x90)

Kapolres Lingga Pimpin Tradisi Malam 7 Likur di Bunda Tanah Melayu
Personel Polres Lingga melaksanakan pengamanan kegiatan tradisi Malam 7 Likur masyarakat Kabupaten Lingga di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (17/3/2026) (Foto : Erni/Peristiwanusantara.com)

By Erni

LINGGA, Peristiwanusantara.com
– Kapolres Lingga AKBP Dr. P.M. Nababan, S.H,S.I.K,M.H didampingi Wakapolres Lingga Kompol Darmin, S.Sos, memimpin kegiatan tradisi Malam 7 Likur masyarakat Kabupaten Lingga, pada Selasa (17/3/2026) malam di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

Kegiatan tradisi Malam 7 Likur masyarakat Kabupaten Lingga merupakan tradisi tahunan di bulan suci Ramadan.

Kegiatan pengamanan ini juga diikuti para Pejabat Utama (PJU) serta personel gabungan Polres Lingga yang disiagakan di sejumlah titik keramaian masyarakat.

Kapolres Lingga mengatakan selain pengamanan yang di pusatkan di Dabo Singkep, seluruh Polsek jajaran Polres Lingga juga melaksanakan pengamanan serentak di wilayah hukum masing-masing guna memastikan kegiatan tradisi Malam 7 Likur berjalan aman dan kondusif di seluruh Kabupaten Lingga.

Kapolres Lingga bersama PJU juga melaksanakan patroli langsung ke sejumlah lokasi kegiatan untuk mengecek situasi keamanan serta memastikan kesiapsiagaan personel pengamanan di lapangan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“ Tradisi Malam 7 Likur di Kabupaten Lingga merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat Melayu yang dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadan dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar,” katanya. 

Ia menyebut kegiatan Tradisi Malam 7 Likur ini ditandai dengan pemasangan ribuan pelita atau lampu colok serta gerbang hias bernuansa Islami yang memperindah lingkungan sekaligus melambangkan cahaya keberkahan, mempererat tali persaudaraan, dan meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari Bunda Tanah Melayu, Kabupaten Lingga memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat. 

Tradisi Malam 7 Likur menjadi salah satu simbol kuat identitas budaya Melayu yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga mencerminkan kebersamaan, kekompakan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam pelaksanaannya, Polres Lingga bersama Polsek jajaran melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang turut merayakan tradisi tersebut.

AKBP Dr. P.M. Nababan menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam pengamanan ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga keamanan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan tradisi Malam 7 Likur ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Melalui patroli dan pengamanan yang maksimal, kami ingin memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelestarian budaya serta mempererat kebersamaan masyarakat di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Dengan adanya pengamanan dari Polres Lingga dan seluruh Polsek jajaran, diharapkan kegiatan tradisi Malam 7 Likur di Bunda Tanah Melayu ini dapat terus berlangsung dengan khidmat, aman, dan penuh makna, serta semakin memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Kasi Humas Polres Lingga, Iptu Indra Gunawan  mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, ingin melihat peta kerawanan, atau mengajukan pengaduan, untuk menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store. (Erni)

Editor : Ismanto

Posting Komentar