-->

Ads (728x90)

Kpolres bersama Bupati dan Wabup Natuna saat meninjau lokasi kebakaran di kawasan Jalan Poros Batubi–Kelarik, Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, Rabu (26/3) (Foto : Putra/Peristiwanusantara.com).

By Putra Mardiyanto


NATUNA, Peristiwanusantara.com
– Upaya penanganan pemadaman api yang membakar  hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Poros Binjai-Ranai, akan terus dilakukan secara maksimal, terutama di tengah musim kemarau panjang yang meningkatkan potensi kebakaran. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie S.H,S.I.K,M.M, M.Tr.Opsla, saat meninjau kawasan Jalan Poros Batubi–Kelarik, Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi yang terbakar, pada Rabu (26/3).

Kapolres Natuna meninjau kawasan tersebut bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik.

Selain memadamkan api, kata Kapolres Natuna, patroli rutin juga akan diintensifkan secara berkelanjutan dengan melibatkan jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas guna mencegah munculnya titik api baru.

Menurut Kapolres Natuna, patroli rutin perlu diintensifkan lantaran sejak Lebaran Idul Fitri 1447 H, pihaknya telah berulang kali menerima laporan terjadinya laporan di sejumlah titik, sehingga menjadi perhatian serius jajaran Polres Natuna bersama Satgas Karhutla.

‎” Untuk mengendalikan situasi, saya mengerahkan personel di berbagai lokasi terdampak, didukung sarana seperti 1 unit Armored Water Cannon (AWC), mobil tangki air, Mobil Damkar Polres Natuna serta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan instansi terkait lainnya,” katanya.

‎Ia menyebut bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna turut melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Mari kita jaga Natuna agar tetap aman dan terbebas dari kebakaran lahan,” tegasnya.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak serius lainnya. Dari sisi lingkungan, kebakaran menyebabkan hilangnya vegetasi, rusaknya ekosistem, serta terganggunya habitat satwa liar.

" Dari sisi udara, asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara secara signifikan dan memicu kabut asap yang berbahaya," katanya, 

Sementara itu, bagi manusia, paparan asap kebakaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita penyakit paru dan jantung.

Selain itu, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, serta perekonomian lokal.

Dengan kondisi tersebut, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di wilayah Natuna. (Put)

Editor  : Ismanto


Posting Komentar