-->

Ads (728x90)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com)


By Anggrainas Prasetio 
TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com -
Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda wilayah Tanjungpinang, ditambah keterbatasan sumber air di sejumlah titik, hal ini meningkatkan resiko kebakaran yang dapat meluas dan sulit dikendalikan.

“ Meningkatnya sejumlah kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir ini, maka Kota Tanjungpinang saat ini dalam status siaga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” kata Walikota Tanjungpinang, Lis Darmasyah melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto saat ditemui wartawan di kantor Walikota Tanjungpinang, Jumat (27/03/2026). 

Selanjutnya, Teguh Susanto mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Ia menyebut bahwa sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi disebabkan oleh kelalaian manusia.
Teguh juga menjelaskan bahwa keterbatasan sumber air di lapangan menjadi tantangan serius bagi petugas pemadam kebakaran dalam melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Ia menyebut beberapa sumber air saat ini mulai mengalami penurunan debit bahkan mengering. Hal ini tentu menyulitkan proses pemadaman. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif yang harus dilakukan bersama.

Selain larangan pembakaran, masyarakat juga diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas lain yang dapat memicu percikan api,  seperti membuang puntung rokok sembarangan, dan botol air mineral yang masih berisi air, terutama di area kering dan bervegetasi. Serta, memastikan api benar-benar padam setelah melakukan kegiatan tertentu.

Ia menyebut saat ini masih musim kemarau, dan kesulitan mencari sumber air bersih. Sudah tiga bulan terakhir, BPBD membantu menyuplai air bersih ke pemukiman warga. Tetapi di satu sisi BPBD juga memasok air untuk membantu Damkar memadamkan api akibat Karhutla. 

“ Untuk itu, kami imbau warga berhati-hati dan tidak melaksanakan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan," tambah Teguh.

Teguh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal kebakaran hutan dan lahan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Tanjungpinang dapat diminimalisir demi menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan. (Angga)

Editor : Ismanto


Posting Komentar