-->

Ads (728x90)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto : detik.com)

Editor By : Ikhsan


JAKARTA, Peristiwanusantara.com -
  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, jika tidak, jaringan listrik Teheran akan padam. Tak takut ultimatum Trump, Iran mengancam balik AS-Israel, menegaskan Selat Hormuz terbuka kecuali untuk musuh.

Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Iran disebut secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai pembalasan. Sekitar 20% minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut, dan negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan.

Terhambatnya pasokan dari Teluk telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak di seluruh dunia, mengancam pemerintah dengan inflasi yang meluas semakin lama perang berlanjut.

Dilansir AFP, Minggu (22/3), Donald Trump memberi Iran tenggat waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Iran Tak Takut Ultimatum Trump

Tak gentar ultimatum Trump, Iran mengancam balik akan menghancurkan infrastruktur AS-Israel di kawasan. Dilansir Al Jazeera, Minggu (22/3), militer Iran mengancam akan menyerang semua infrastruktur energi yang terkait dengan AS dan Israel di Timur Tengah jika pembangkit listriknya menjadi sasaran.

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran, mengatakan bahwa Iran juga akan menyerang pabrik desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi yang terkait dengan AS dan Israel.

Sementara itu, kantor berita Fars mencatat bahwa mendiang kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, telah memperingatkan bahwa "seluruh kawasan akan mengalami pemadaman listrik dalam waktu setengah jam" jika jaringan listrik Iran menjadi sasaran.

Musuh Dikecualikan di Selat Hormuz

Perwakilan Iran untuk badan maritim PBB mengatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua kecuali musuh. Dilansir CNN, Minggu (22/3), perkembangan terkini Iran secara efektif telah memblokir selat sempit tempat kapal-kapal yang membawa 20% pasokan minyak dunia biasa melewatinya, memicu lonjakan harga bahan bakar.

"Selat Hormuz terbuka untuk semua orang kecuali 'musuh'," kata Ali Mousavi, perwakilan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), menurut kantor berita semi-resmi Mehr, menambahkan bahwa "keselamatan kapal dan awaknya membutuhkan koordinasi dengan otoritas Iran."

Mousavi mengatakan Teheran siap berkoordinasi dengan IMO dan negara-negara lain untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi para pelaut. Mousavi mengatakan diplomasi tetap menjadi prioritas Iran, tetapi "penghentian agresi sepenuhnya dan saling percaya serta jaminan lebih penting."


Sumber : detik.com 

Posting Komentar