-->

Ads (728x90)

Pada H+3 Lebaran Idul Fitri Sampah Berserakan di Sagulung dan Sekupang
Tumpukan sampah di pinggir jalan di depan Kawasan Ruko Ali Baba, Senin (23/3) (Foto : Posman)



BATAM, Peristiwanusantara.com
– Pada H+3 Lebaran Idul Fitri 1447 H, sampah banyak berserakan, salah satunya di pinggir jalan di simpang kavling baru di seberang kawasan rumah toko (Ruko) Ali Baba, Kelurahan Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Batam, pada Senin (23/3).

Sampah itu sudah berminggu-minggu tidak diangkut dan mengeluarkan bau tidak sedap, dan sangat mengganggu warga yang lewat dari jalan itu. Pasalnya jalan itu merupakan akses ke luar masuk warga Perumahan Parisa Indah, Nusa Batam, dan warga Kavling Baru.

Tejo salah seorang warga yang melintas di jalan itu mengatakan bahwa sampah itu sangat mengganggu, ia berharap petugas kebersihan Kota Batam segera mengangkutnya. Apalagi tidak jauh dari lokasi sampah itu, tepatnya di Perumahan Nusa Batam ada masjid. 

Tumpukan sampah di pinggi jalan di dekat kawasan wisata mata kucing, Sekupang, SEnin (23/3) (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com)

 

“ Dari dulu pinggir jalan ini selalu dipenuhi sampah dan petugas kebersihan tidak rutin mengangkutnya,” katanya.

Sampah itu, kata dia, tidak saja berasal dari warga sekitar tetapi berasal dari pedagang-pedagang di sekitar lokasi tersebut. 

Sampah juga berserakan di pinggir jalan di hutan wisata mata kucing Batam, Sekupang, hampir 20 meter di jalan itu menuju Batu Aji dipenuhi sampah. Tidak diketahui sampah itu berasal dari mana.

Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Berantas Korupsi (LSM Gebuki), Thomas AE ketika ditemui di kedai kopi di seputaran Sekupang mengatakan tumpukan sampah itu diduga keras dibuang oleh warga yang tidak jauh dari tumpukan sampah itu.

Ketua DPD LSM Gebuki, Thomas AE (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com)

 

Tapi warga membuang sampah itu, lanjut Thomas, disebabkan lantaran tong sampahnya tidak mampu lagi menampung sampahnya, akibatnya warga tersebut membawa sampahnya dan membuang dengan sembarangan di pinggir jalan.

“ Pengangkut sampah kadang telat mengangkut sampah, akibatnya tong sampah warga penuh, untuk menghindari lingkungan pemukimannya kotor atau bau warga tersebut terpaksa membuang sampah dengan sembarangan di pinggir jalan,” kata Thomas, Senin (23/3).

 Menurut Thomas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam harus memiliki program kerja yang profesional untuk menangani sampah di Kota Batam. Apalagi saat lebaran Idul Fitri sudah tentu produksi sampah rumah tangga akan meningkat jika dibandingkan pada hari biasa.

Thomas berharap Walikota Batam mengevaluasi kabinetnya yang ditugaskannya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. (Man)

Editor : Ismanto

Posting Komentar