By Robert
KARIMUN, Peristiwanusantara.com - Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah memimpin rapat koordinasi terkait kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, juga dihadir oleh Wakil Ketua I DPRD Karimun Satria, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, Direktur PT Pelabuhan Karimun, General Manager Pelindo, anggota Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), pihak koperasi hingga para agen.
Dalam rapat tersebut, salah satu poin penting yang mengemuka adalah keberlangsungan pekerjaan anggota TKBM di tengah adanya peralihan kegiatan bongkar muat kepada pihak Pelindo.
“ Prinsipnya KSOP Karimun bersama Pelindo tidak memiliki persoalan dengan aktivitas kerja TKBM,” kata Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun, Muhamad Syaiful, Selasa (15/9).
Ia mengatakan pihaknya memperhatikan keberlangsungan pekerjaan para tenaga bongkar muat.
“ Kami mendukung penuh keberlangsungan pekerjaan anggota TKBM. KSOP Karimun dan Pelindo tidak ada masalah dengan kegiatan kerja TKBM, justru sangat mendukung,” katanya.
Sejak awal menjabat sebagai Plt Kepala KSOP Karimun, Muhamad Syaiful justru mempertanyakan alasan kegiatan TKBM sempat tidak berjalan.
“ Aspek keberlangsungan pekerjaan masyarakat tetap menjadi perhatian, sekaligus harus berjalan beriringan dengan pemenuhan standar keselamatan dan kondisi infrastruktur pelabuhan,” katanya.
Tetapi, lanjutnya, aspek keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengaturan aktivitas kapal di Pelabuhan Taman Bunga.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya, Pelindo telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi potensi kerusakan yang lebih parah terhadap kapal maupun fasilitas dermaga saat proses sandar.
“ Salah satunya melalui penerapan skema pemanduan kapal. Selain itu, pola sandar juga diubah agar kapal tidak lagi langsung merapat ke ujung dermaga,” katanya.
Posisi kapal ditarik lebih masuk dan diatur oleh pihak kapal sehingga tidak bersentuhan langsung dengan struktur dermaga.
Pihak Pelindo, kata dia, juga telah memasang fender atau perlindungan pada sisi kanan dan kiri dermaga sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko benturan.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kondisi Pelabuhan Taman Bunga yang dinilai memiliki keterbatasan dari sisi kelayakan dermaga, sementara aktivitas bongkar muat juga menyangkut keselamatan para pekerja.
Menurutnya, peralihan kegiatan bongkar muat kepada pihak Pelindo bukanlah persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Kesepakatan mengenai pengalihan tersebut sebelumnya telah dibahas dan disetujui bersama oleh unsur Forkopimda serta pihak-pihak terkait pada Mei 2025.
Pertimbangan utamanya berkaitan dengan kondisi dermaga Pelabuhan Taman Bunga yang kurang memadai serta tingginya aspek keselamatan bagi para pekerja.
“ Rapat ini digelar untuk mencari titik temu antara kepentingan keselamatan, keberlangsungan aktivitas pelabuhan, serta keberlanjutan pekerjaan para anggota TKBM,” katanya.
Untuk itu, pihaknya berharap penataan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga tidak berhenti pada persoalan kewenangan pengelolaan, tetapi menghasilkan solusi yang memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus menjamin keselamatan pelayaran dan aktivitas kepelabuhanan di Karimun.
“ Pemerintah Kabupaten Karimun bersama KSOP, Pelindo, pengelola pelabuhan, TKBM, koperasi, agen serta seluruh pemangku kepentingan kini dituntut menghadirkan formula terbaik agar roda ekonomi pelabuhan tetap bergerak tanpa mengorbankan keselamatan pekerja maupun pengguna jasa, “ katanya. (Bert)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar