By Indra Syahputra
BENGKULU, Peristiwanusantara.com - Rencana aksi Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu di gudang Alfamart ditunda. Sebelumnya, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026.
Penundaan dilakukan setelah pihak manajemen Alfamart meminta waktu untuk berkomunikasi dengan manajemen pusat di Jakarta guna membahas persoalan yang menjadi perhatian para pekerja.
Pertemuan antara Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu dengan pihak manajemen Alfamart Bengkulu serta jajaran Pemerintah Kota Bengkulu menjadi titik awal diberikannya kesempatan kepada perusahaan untuk mencari penyelesaian.
Ketua Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu, Rendra Ginting, SP., mengatakan, pihaknya telah menyampaikan secara terbuka kronologi dan persoalan yang dipermasalahkan kepada pihak perusahaan.
Menurut Rendra, pihak Alfamart kemudian meminta waktu untuk menyampaikan dan mengomunikasikan persoalan tersebut kepada manajemen pusat di Jakarta.
“Artinya sudah kita kasih tahu kronologinya semua. Pihak Alfamart meminta waktu, mereka akan berkomunikasi dengan orang Jakarta. Nanti kalau sudah dikomunikasikan ke Jakarta, hasilnya disampaikan kepada kita,” kata Rendra.
Rendra menegaskan, penundaan aksi tersebut bukan berarti persoalan telah selesai. Aliansi memberikan waktu selama 10 hari kepada perusahaan untuk menunjukkan langkah penyelesaian dan keputusan yang jelas.
Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada keputusan yang dinilai mampu mengakomodasi kepentingan dan hak pekerja, menurut Rendra, pihaknya tidak menutup kemungkinan kembali mengambil langkah perjuangan.
“Kalau tidak ada keputusan, ya kami memperjuangkan hak pekerja,” tegasnya.
Soroti Lapangan Kerja di Bengkulu
Di tengah persoalan tersebut, Rendra juga mengingatkan pentingnya keberlangsungan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bengkulu. Menurutnya, kesempatan kerja di daerah masih terbatas sehingga keberadaan perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja harus tetap diperhatikan.
Ia menyebut sekitar 160 orang yang bekerja menjadi bagian dari masyarakat Kota Bengkulu yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.
Karena itu, Rendra berharap persoalan antara pekerja dan perusahaan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan keputusan yang tidak merugikan para pekerja maupun keberlangsungan pekerjaan mereka.
“Kita perlu tahu, di Bengkulu ini tidak banyak lapangan kerja. Jadi dengan adanya 160 orang yang bisa bekerja itu sudah alhamdulillah sekali untuk warga Kota Bengkulu,” ujarnya.
Tunggu Jawaban Manajemen Pusat
Sebelumnya, Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bengkulu pada Kamis (10/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan perjuangan terhadap persoalan yang berkaitan dengan kepentingan pekerja.
Kini, bola berada di pihak manajemen Alfamart. Aliansi memberikan waktu bagi perusahaan untuk berkomunikasi dengan manajemen pusat di Jakarta dan menyampaikan hasilnya kepada para pekerja.
Keputusan perusahaan dalam 10 hari ke depan akan menjadi penentu langkah selanjutnya yang akan diambil Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu.
Aliansi menegaskan, apabila tidak ditemukan titik penyelesaian yang dapat mengakomodasi kepentingan pekerja, perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak buruh akan tetap dilanjutkan. (Indra)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar