-->

Ads (728x90)

Bupati Roby Ajak Masyarakat untuk Mencegah Terjadinya Karhutla Serta Kekeringan
Rakor membahas Karhutla dan kekeringan yang dipimpin oleh Bupati Roby di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan.Senin (31/8/2026) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com)

By Anggrainas Prasetio 

BINTAN, Peristiwanusantara.com
– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kekeringan perlu dicegah sejak dini, tidak mengandalkan penanganan ketika kebakaran telah terjadi. Koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat.

Demikian disampaikan Bupati Bintan Robby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Bintan, pada Senin (31/8/2026) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan dan memastikan kesiapsiagaan. Jangan sampai ketika kejadian sudah terjadi, kita baru bergerak. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing,” kata Bupati Roby.

Dalam memimpin Rakor Bupati Roby didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bintan Hj. Fiven Sumanti, S.IP dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, S.STP., M.M.

Rakor ini dihadiri unsur perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki peran dalam pencegahan, penanganan, serta penanggulangan Karhutla dan kekeringan di wilayah Kabupaten Bintan.

“ Rakor ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Bintan dalam memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla serta dampak kekeringan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan dan keterbatasan ketersediaan air,” kata Bupati Roby.

Selain Karhutla, Rakor ini juga membahas persoalan kekeringan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan.

Bupati juga meminta perangkat daerah dan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik rawan, memperkuat komunikasi dan pelaporan, serta memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla maupun kondisi kekeringan.

Menurutnya, upaya menghadapi potensi bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga wilayah Bintan tetap aman dan kondusif.

“Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin seluruh potensi yang ada bisa bergerak bersama, sehingga apabila ada indikasi kebakaran atau kekeringan, responsnya dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Bintan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca dan lingkungan. (Angga)

Editor : Ismanto

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar