Oleh: Ismanto Panjaitan
Peristiwanusantara, KISARAN — Barisan massa dari aliansi kelompok tani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan kembali mendatangi Kantor PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran, Selasa (1/9/2026).Kedatangan mereka untuk melayangkan dua tuntutan utama. Pertama, massa mendesak perusahaan untuk membuka dokumen resmi terkait status alas hak lahan yang dikelola, menyusul dugaan bahwa masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP di wilayah tersebut telah kedaluwarsa.
"Tolong tunjukkan pada kami sertifikat HGU-nya. Karena sepengetahuan kami, HGU BSP telah habis," seru Koordinator Aksi, Zulkifli Matondang, di tengah kerumunan massa.
Kedua, para petani turut menuntut kebijakan humanis dari korporasi agar memperbolehkan mereka melakukan praktik tumpang sari tanaman di atas lahan sengketa. Zulkifli berargumen bahwa aktivitas pertanian warga sama sekali tidak merusak komoditas perkebunan milik perusahaan, sehingga ia berharap tidak ada lagi tindakan penertiban sepihak.
"Kami tidak pernah merusak tanaman perusahaan. Karena itu, kami harap perusahaan tidak semena-mena mencabut tanaman kami," pintanya.
Sebelum menggelar aksi di halaman kantor BSP Kisaran, Zulkifli mengungkapkan bahwa gelombang protes ini telah lebih dulu disuarakan ke Kantor ATR/BPN Asahan serta Komplek Kantor Bupati Asahan.
Menanggapi desakan tersebut, Manager Security & Partnership PT BSP Kisaran, Al Haris, memberikan tanggapan. Ia menegaskan kembali bahwa seluruh aktivitas pengelolaan perkebunan yang dijalankan perusahaannya senantiasa berpedoman pada perizinan yang sah dan berkekuatan hukum.
"Ini telah kita sampaikan berkali-kali, bahwa pengelolaan perkebunan PT BSP telah memiliki izin yang sah dan legal," tegas Al Haris.
Kendati demikian, terkait permintaan khusus mengenai izin tumpang sari yang diajukan oleh kelompok tani, pihak manajemen berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut untuk dibahas lebih lanjut di tingkat internal perusahaan.
"Kalau soal itu akan kita usulkan ke manajemen," pungkasnya.
Meski aksi unjuk rasa diwarnai dengan pengamanan berlapis oleh pihak internal, situasi secara keseluruhan terpantau terkendali. Al Haris pun menutup tanggapannya dengan mengapresiasi kedisiplinan massa aksi yang menjaga jalannya demonstrasi tetap tertib dan kondusif.

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar