-->

Ads (728x90)

Bupati Natuna Minta Tim Satgas Bergerak Cepat Menangani Karhutla
Bupati Cen Sui Lan bersama Kapolres Natuna saat meninjau lokasi kebakaran di Natuna, Senin (7/9) (Foto : Putra/Peristiwanusantara.com) 

By Putra Mardiyanto 

NATUNA, Peristiwanusantara.com – Bupati Natuna,Cen Sui Lan telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Natuna Nomor 100.3.3.2-312 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas penanggulangan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan akibat Fenomena El-Nino di Kabupaten Natuna, tertanggal 26 Agustus 2026.

Dengan ditebitkannya    surat keputusan tersebut membuktikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna sangat serius mengantisipa    si terjadinya Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Natuna.

“ Kami terus mendorong kesiapsiagaan dan langkah cepat seluruh pihak dalam mengantisipasi potensi bencana Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan meningkatnya resiko kekeringan,” kata Bupati Cen Sui Lan.

Bupati mengatakan pembentukan Satgas tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Natuna dalam melakukan pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan Karhutla secara terpadu dan cepat.

Ia menjelaskan berdasarkan laporan yang diterimanya dari harian Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Natuna, pada 6 September 2026 telah terjadi kebakaran lahan seluas 0,5 hektare di Kecamatan Bunguran Batubi. 

“ Selama periode September 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 121,6 hektare. Untuk total kejadian periode Januari – sampai 7 September 2026 telah terjadi 142 kejadian Karhutla dengan luas sekitar 845,47 hektar,” kata Bupati.

Bupati menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena Karhutla berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Untuk mendukung penanggulangan Karhutla, kata dia, Satgas Kabupaten Natuna didukung berbagai kendaraan dan sarana operasional dari sejumlah instansi.

BPBD Kabupaten Natuna menyiapkan satu unit mobil Double Cabin Hilux, satu unit Pickup Hilux, satu unit Pickup Isuzu, satu unit mobil Dapur Umum Lapangan, serta lima unit motor trail.

Basarnas menyiapkan satu unit truk kompartemen, satu unit rescue carrier, satu unit truk angkut personel, satu unit D-Max rescue car, serta dua unit motor trail.

Sementara itu, Polres Natuna menyiapkan satu unit mobil suplai air berkapasitas 3.000 liter, satu unit mobil suplai air berkapasitas 8.000 liter, satu unit truk angkut personel, serta satu unit AWC/water cannon berkapasitas 5.000 liter.

Sedangkan Dinas Pemadam Kebakaran, kata dia, telah menyiapkan dua unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter. Kodim dan Batalyon Komposit Gardapati menyiapkan satu unit kendaraan angkut personel dan dua unit mobil pemadam.

Kemudian, Batalyon Arhanud 14 Pasgat menyiapkan dua unit truk angkut personel, empat unit motor taktis, serta satu unit ambulans. Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna menyiapkan empat unit ambulans.
Lanal menyiapkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter, Satpol PP satu unit truk Dalmas, Lanud Raden Sadjad satu unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter, UPBU Kelas II Bandar Udara Raden Sadjad satu unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter, serta PDAM satu unit mobil tangki air berkapasitas 3.000 liter.

Adapun unsur yang terlibat dalam pelaksanaan tugas penanggulangan Karhutla meliputi Base Ops Lanud Raden Sadjad, BPBD, Basarnas, Polres Natuna, Dinas Pemadam Kebakaran, Batalyon Komposit, Batalyon Arhanud Pasgat, Lanal, BMKG, PDAM, dan Satpol PP.

Bupati Cen Sui Lan mengatakan kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi, sehingga potensi penyebaran api dapat segera dicegah dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

Pemkab Natuna juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Setiap unsur diharapkan dapat mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan kepentingan bersama dalam penanganan bencana.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, instansi teknis, serta seluruh unsur terkait menjadi kekuatan utama dalam memastikan penanggulangan bencana di Kabupaten Natuna berjalan secara cepat, efektif, dan maksimal.

Dengan kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor yang solid, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis potensi Karhutla dapat dikendalikan sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. 

“ Kami mengucapkan Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga Natuna dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Semoga setiap langkah dalam tugas selalu dilindungi dan dimudahkan. Aamiin,” katanya. (Put)

Editor : Ismanto


Posting Komentar