-->

Ads (728x90)

Dibuka Oleh Bupati Karimun, Festival Lampu Colok Memperlombakan Dua Kategori
Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menyampaikan sambutannya saat membuka ,Festival Lampu Colok Tujuh Likur. di Kel. Sawang KM 8, Kecamatan Kundur., Selasa (17/3/2026) (Foto : Robert /Peristiwanusantara.com)

By Robert 

KARIMUN, Peristiwanusantara.com
– Warga Kecamatan Kundur menghidupkan kembali tradisi lama, dengan menggelar Festival Lampu Colok Tujuh Likur.

Festival ini, dibuka oleh Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, pada Selasa (17/3/2026) di Kel. Sawang KM 8, Kecamatan Kundur.

“ Alhamdulillah tradisi lama kembali bersinar, saya telah meresmikan Festival Lampu Colok dalam rangka menyambut malam Tujuh Likur Ramadan 1447 Hijriah," kata Bupati Iskandarsyah. 

Ia menyebut bahwa tradisi lampu colok merupakan warisan budaya masyarakat Melayu yang sudah ada sejak lama. Dahulu, lampu colok menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan sebelum listrik tersedia secara luas.

Bupati Iskandarsyah mengatakan untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut, pemerintah daerah mengemasnya dalam bentuk festival yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.

Pada festival tahun ini ada dua kategori yang diperlombakan yakni lampu colok tradisional dan lampu hias yang menampilkan kreativitas masyarakat dalam menghias lampu bernuansa Islami.

Pada festival ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menyediakan total hadiah hingga Rp 200 juta untuk berbagai kategori perlombaan, termasuk lampu colok dan kereta hias yang akan memeriahkan rangkaian perayaan Idul Fitri di Karimun.

"Tradisi lampu colok ini sudah ada sejak zaman dulu ketika masyarakat menggunakan lampu pelita sebagai penerangan. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan hingga sekarang," kata Iskandarsyah. (Bert)

Editor : Ismanto

Posting Komentar