-->

Ads (728x90)

Sekda Ronny Bersama Ratusan Masyarakat Mengikuti Rangkaian Kenduri Merohom Bukit Batu
Sekda Ronny (2 dari kanan) menghadiri Kenduri Merohom Bukit Batu di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/01) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com)

By Anggrainas Prasetio 

BINTAN, Peristiwanusantara.com –
Ratusan masyarakat tumpah ruah untuk mengikuti rangkaian Kenduri Merohom Bukit Batu yang digelar di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/01) 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bintan, Ronny Kartika juga menghadiri kegiatan Kenduri Merohom Bukit Batu.

Disela-sela kegiatan, Sekda Ronny saat ditemui wartawan mengatakan bahwa kompleks makam Marhum Bukit Batu, merupakan makam keluarga Kerajaan Bentan (saat ini bernama Bintan). 

“ Di makam ini, terdapat sebuah tradisi ziarah yang disebut Merohom yang disebut juga dengan Marhom atau Marhum, yakni tradisi yang selalu dilakukan setiap tahun, di tanggal 27 Rajab,” kata Ronny.

Dalam mengikuti tradisi Merohom, kata dia, masyarakat juga membawa serta nasi kuning, telur dan bunga warna warni yang dalam masyarakat Melayu menyebutnya 'Bunge Telo atau Bunga Telur'.

“ Jumlah telurnya pun harus ganjil (5, 9, 11 dan seterusnya) yang berasal dari nilai Islam sebagai sendi tradisi,” katanya.

Dalam Kompleks Makam Marhum Bukit Batu,  terdapat 6 buah makam yakni makam Budayana, Wan Pok (Wan Empuk), Wan Malani, Wan Sri Beni, Tok Telani, dan makam Tok Hile (Tok Kelaun).



Kompleks dan tradisi di dalamnya terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar, didukung dengan pemugaran oleh Pemerintah Kabupaten Bintan yang kemudian menjadikan tradisi Kenduri Merohom Bukit Batu resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB Indonesia) oleh Menteri Kebudayaan RI pada 15 Desember 2025 lalu.

"Alhamdulillah, tradisi yang penuh dengan nilai historis dan sarat akan norma-norma luhur Melayu ini telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Ini semakin memperkuat semangat kita untuk terus melestarikan serta mewarisi tradisi ini ke anak cucu, takkan Melayu hilanh di bumi," katanya.

Ratusan masyarakat yang tumpah di areal makam pun larut dalam doa yang dipimpin Ketua Kampung. Penziarah sendiri didominasi masyarakat Bintan khususnya di Bukit Batu, namun tidak sedikit para penziarah dari luar wilayah seperti Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

“ Kenduri Merohom Bukit Batu selain sebagai wujud pelestarian budaya, juga dapat menjadi salah satu magnet wisatawan khususnya di sektor wisata budaya dan religi,” kata Sekda Ronny.

Hal tersebut, menunjukkan kekayaan potensi pariwisata di tanah Bintan yang dimulai dari pesona alam, adat budaya, kuliner sampai pada wisata sejarah. (Angga)

Editor : Ismanto


Posting Komentar