![]() |
| Ketua Pansus Ranperda LAM Kota Batam Muhammad Yunus bersama Walikota AMsakar saat rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Batam, Rabu (21/1/2026) (Foto : Ist/Peristiwanusantara.com) |
By Posman
Muhammad Yunus, SPi dipercaya sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) dan timbalannya atau Wakil Ketua Pansus adalah Surya Makmur Nasution.
Muhammad Yunus, SPi bersama Surya Makmur Nasution dipercaya memimpin Pansus Ranperda LAM Kota Batam, atas usulan dari seluruh fraksi DPRD Kota Batam setelah menggelar pertemuan, yang kemudian disampaikan oleh juru bicara Pansus Taufik Ace Muntasir.
“Tuan-tuan dan puan-puan, hasil pertemuan kami hampir tidak ada kendala berarti dan menyepakati Tuan Muhammad Yunus, SPi sebagai Ketua Pansus dan timbalannya atau Wakil Ketua adalah Bapak Surya Makmur Nasution,” kata Taufik pada rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan, pada Rabu (21/1/2026) di Ruang Sidang Utama DPRD Batam.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam menanyakan persetujuan seluruh anggota dewan terhadap susunan pimpinan pansus yang telah disepakati. Seluruh anggota DPRD secara aklamasi menyatakan setuju.
Selanjutnya, Kamaluddin meminta Pansus Ranperda Lembaga Adat Melayu Kota Batam agar segera menjalankan tugas dan fungsinya dalam menyusun serta membahas Ranperda sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Adapun agenda rapat paripurna ini, Tanggapan dan/atau Jawaban Fraksi terhadap Pendapat Wali Kota Batam atas Ranperda tentang LAM Kota Batam sekaligus pembentukan Pansus.
Pansus LAM Kota Batam dibentuk setelah agenda rapat paripurna penyampaian pemandangan fraksi DPRD Kota Batam.
Sebelum penyampaian pemandangan fraksi DPRD Kota Batam dimulai, Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin meminta pimpinan fraksi untuk maju ke hadapannya.
“ Sebelum juru bisaca fraksi menyampaikan pemandangannya terhadap pendapat Wali Kota Batam, saya harap seluruh kertu fraksi untuk maju ke depan,” kata Kamaluddin,
Setelah berlangsung pembicaraan singkat selama beberapa menit, ia menyampaikan bahwa pemandangan umum fraksi dapat disampaikan langsung dari kursi masing-masing anggota dewan.
Dalam tanggapan fraksi terhadap pendapat Wali Kota Batam, delapan fraksi DPRD Batam, yakni Fraksi Nasdem, Gerindra, Golkar, PKS, PKB, serta gabungan Fraksi PAN-Demokrat-PPP dan Hanura-PSI-PKN, menyampaikan pandangan yang sejalan untuk melanjutkan Ranperda LAM ke tahap pembahasan teknis.
Ranperda yang diusulkan melalui hak inisiatif DPRD ini, dinilai mampu memperkuat serta melestarikan identitas dan budaya lokal yang memiliki nilai-nilai luhur.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri secara langsung rapat paripurna ini, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, unsur Forkopimda pengurus LAMKR Kota Batam, kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.
Dalam laporannya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh fraksi DPRD Batam. Ia menilai kesepahaman tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga identitas Melayu sebagai bagian penting dari karakter Kota Batam.
“Ranperda ini bukan sekadar produk administratif, melainkan langkah strategis untuk melindungi kearifan lokal di tengah arus industrialisasi. Dengan jumlah penduduk Batam yang telah mencapai sekitar 1,29 juta jiwa berdasarkan data BPS 2025, keberagaman etnis harus diimbangi dengan penguatan identitas Melayu sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, pengaturan mengenai LAM sejalan dengan amanat Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ia berharap Ranperda LAM Kota Batam dapat memberikan kepastian hukum terkait kedudukan, struktur, serta kewenangan LAM sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Lembaga Adat Melayu memiliki peran strategis sebagai penjaga adat dan budaya. Dengan terbentuknya Pansus, kami berharap proses pembahasan dapat berjalan optimal sehingga Batam segera memiliki regulasi yang memperkuat legitimasi peran lembaga adat di tengah masyarakat yang heterogen,” tutup Amsakar. (Man)
Editor : Ismanto


KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar