-->

Ads (728x90)

Ratusan Jong peserta Festival Jong Nusantara 2026 di Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Minggu (11/1) (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com).

By Robert 
KARIMUN, Peristiwanusantara.com
- Grup Pusaka Riau dari Malaysia berhasil memenangkan Festival Jong Nusantara 2026 kategori Jong Besar, sedangkan Bitradex dari Pulau Moro, Karimun berhasil memenangkan Festival Jong Nusantara 2026 untuk kategori Jong Kecil.

Festival Jong Nusantara 2026 ini dibuka oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Bupati Karimun Iskandarsyah, pada Sabtu (10/1) kemarin, di Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat.

Festival ini digelar oleh Persatuan Pemuda Meral (PAMERAL) didukung Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.

Festival ini digelar selama dua hari dari Sabtu hingga Minggu (10-11/1/2026), tujuannya digelar untuk menghidupkan lagi permainan tradisional Melayu yang saat ini sudah jarang terlihat di pesisir.

Festival ini tidak hanya menampilkan lomba jong. Panitia juga menyelipkan penanaman 1.000 pohon serta bazar UMKM, yang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan keramaian pengunjung.

Festival Jong Nusantara 2026 ini, diikuti sebanyak 400 jong yang tidak hanya datang dari Karimun dan Riau, tetapi juga dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Skala lintas negara ini menjadikan Festival Jong Nusantara sebagai salah satu ajang budaya maritim terbesar di wilayah perbatasan barat Indonesia.

Dalam sambutannya, Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan kegiatan Festival Jong Nusantara ini menjadi media strategis yang menggabungkan aspek ekologi, olahraga, dan pariwisata.

"Ini namanya ekologi, sport, dan tourism. Media seperti olahraga atau budaya dapat menjadi metode diplomasi dan promosi wisata yang berdampak pada sektor sosial dan ekonomi," kata Pangkogabwilhan I kepada wartawan, Minggu (11/1)

Ia juga menilai kawasan pantai sebagai wilayah vital yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kegiatan positif berbasis budaya dan olahraga tradisional.

Festival Jong Nusantara digelar dengan menampilkan perlombaan jong dari berbagai ukuran. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi saja, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya maritim kepada wisatawan domestik maupun mancanegara

Di tempat yang sama, Ketua PAMERAL,Rusdi mengatakan festival ini lahir dari kegelisahan melihat permainan jong yang kian jarang dimainkan oleh generasi muda.

“Kami ingin jong tidak hanya dikenang sebagai cerita lama, tapi terus dimainkan dan dirayakan bersama,” kata Rusdi.

Sementara Sekretaris Jenderal PAMERAL, Yazid mengatakan pihaknya berharap Festival Jong Nusantara bisa menjadi agenda tahunan daerah.

“ Tradisi tidak harus bertentangan dengan pariwisata dan ekonomi. Budaya bisa hidup, UMKM bergerak, dan Karimun punya daya tarik khas yang tidak dimiliki daerah lain ,” katanya.

Festival ini menunjukkan bahwa permainan tradisional bukan sekedar warisan masa lalu. Dengan kemasan yang tepat, jong bisa kembali berlayar bukan hanya di laut, tetapi juga dalam ingatan dan kehidupan generasi hari ini. (Bert)

Editor : Ismanto


Posting Komentar