-->

Ads (728x90)

Dua Dapur di Wilayah Kecamatan Bintan Timur Diresmikan Bupati Roby
Bupati Roby (kanan) mengunting pita meresmikan SPPG Km. 20 Gunung Lengkuas dan SPPG Kampung Jati Kijang Kota. di dapur MBG Gunung Lengkuas, di Jalan Nusantara, Km. 20 Kijang, Senin (14/26) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com).


By Anggrainas Prasetio 


BINTAN, Peristiwanusantara.com
– Bupati Bintan Roby Kurniawan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Km. 20 Gunung Lengkuas dan SPPG Kampung Jati Kijang Kota.

Peresmian dua dapur di wilayah Kecamatan Bintan Timur tersebut, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Roby di dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Gunung Lengkuas, di Jalan Nusantara, Km. 20 Kijang, Senin (14/26).

Usai meresmikan kedua dapaur tersebut, Bupati Roby meninjau fasilitas Dapur MBG tersebut. 
“ Dengan diresmikannya SPPG KM 20 Gunung Lengkuas dan SPPG Kampung Jati Kijang Kota, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan optimistis upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat akan semakin merata serta berkelanjutan,” kata Bupati Roby.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Dewi Setia Kasih serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan fasilitas SPPG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik di Bintan. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bintan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Dewi Setia Kasih beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan fasilitas SPPG ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi, sekaligus pemenuhan nutrisi bagi anak-anak kita," ujar Roby. 

Untuk diketahui SPPG KM 20 Gunung Lengkuas melayani sebanyak 2.700 penerima manfaat dan SPPG Kampung Jati Kijang Kota melayani 2.978 penerima manfaat. 

Ini merupakan Dapur MBG ke-9 dan ke-10 yang diresmikan di Kabupaten Bintan dari total 22 SPPG yang direncanakan akan dibangun, ditambah 9 Dapur MBG di wilayah 3T yang saat ini masih dalam proses pembangunan. 
Menurut Bupati Roby keberadaan SPPG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga harus memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

“ SPPG harus menjadi contoh dapur sehat, bersih, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab. Pengelolaan IPAL wajib dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya. 

Kepala SPPG dan seluruh pengelola, diharapkan, dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan komitmen tinggi demi keberlanjutan program serta kepercayaan masyarakat. (Angga)

Editor :Ismanto

Posting Komentar