![]() |
| Mentan Amran saat konfersi pers penangkapan 1000 ton beras di gudang Kanwil BC Kepri,Senin (19/1/2026). (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com) |
By Robert
KARIMUN, Peristiwanusantara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Karimun, Kepri, pada Senin (19/1/2026).
Kedatangan Mentan Amran disambut hangat oleh Pangdam I BB, Danrem 033/WP, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, Bupati Karimun Iskandarsyah, Dandim Tanjung Balai Karimun, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil BC) Kepulauan Riau, Forkopimda dan sejumlah pejabat teras Pemkab Karimun dan pejabat vertical.
Mengawali kunjungan kerjanya, Mentan Amran mengunjungi Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil BC) Kepulauan Riau di Karimun.
Di gudang Kanwil BC Kepri, Mentan Amran langsung memimpin konfersi pers dengan sejumlah awak media, terkait penangkapan seribu ton beras.
Mentan Amran mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum di Kepri yang telah menangkap 1000 ton beras tersebut. Ia meminta agar penyidik Mabes Polri mengusut hingga tuntas, dan menindak tegas pelaku –pelaku penyelundup beras tersebut.
“ Penyelundupan beras tersebut, dapat mengganggu kehidupan 115 juta petani padi kita, menurut saya penyelundup beras ini merupakan penghianat bangsa,” kata Mentan Amran
Dikatakannya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan secara nasional di Kerawang dan di PBB untuk tingkat internasional bahwa negara kita sudah swasembada beras.
“ Beberapa bulan yang lalu di Kerawang, bapak Presiden Prabowo telah mengumumkan bahwa negara kita sudah swasembada beras,” katanya.
Untuk itu, Amran meminta seluruh masyarakat agar mendukungnya dan jangan mengganggu swasembada kita.
“ Jika ada orang yang masih mau menyelundupkan beras, menurut saya itu merupakan penghianat bangsa,” katanya.
Saat ini, kata dia, Indonesia sudah surplus beras sebanyak 3,5 juta ton, tetapi pemasukannya hanya 1000 ton bahkan kadang hanya 200 ton beras. Kondisi ini sudah sangat merugikan kita khususnya para petani.
Hal yang menarik, kata dia, sumber beras selama ini adalah Kota Tanjungpinang, yang tidak memiliki sawah. Tetapi bisa mengirim beras ke Palembang yang surplus 1,2 juta ton beras dan produksi berasnya sebanyak 3,5 juta ton beras.
“ Ini tidak masuk akal, diduga keras, beras itu hasil dari penyelundupan, untuk itu penyidik Mabes Polri harus mengusutnya hingga tuntas bekerjasama dengan Polda Kepri dan dibackup oleh TNI dan Kejaksaan,” katanya.
Hal tersebut, kata dia, tidak bisa dibiarkan dan menurut Presiden Prabwo pelaku penyelundup beras tersebut adalah penghianat bangsa.
“ Bayangkan hanya 2 atau 3 orang yang melakukan penyelundupan tetapi 115 juta petani kita menderita, dimana keadilannya, dimana rasa persatuannya,” katanya.
Untuk itu, Mentan Amran dengan tegas mengatakan agar kasus ini diusut hingga ke akar-akarnya, demi kesejahteraan 115 juta petani Indonesia.
Tahun 2020 lalu, lanjut Mentan, pernah terjadi daging impor sapi illegal banyak masuk ke Indonesia, akibatnya tahun 2022 dan 2023 lalu sapi-sapi di Indonesia terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Akibat wabah PMK itu, produksi sapi di Indonesia menurun dari 17 juta ekor menjadi 11 juta ekor. Ada sekitar 6 juta ekor sapi mati akibat terkena wabah PMK dan nilai kerugian sekitar Rp 135 Triliun.
Kadang orang tidak sadar jika tanpa melalui prosedur, seperti karantina, Bea dan Cukai, hal ini sangat membahayakan negara.
“ Bukan persoalan 1 ton atau seribu ton, tetapi jika daging itu masuk tanpa sesuai dengan prosedur, tanpa melalui karantina dan Bea dan Cukai maka hal tersebut dapat merugikan Negara. Siapa yang menanggung peternak kita yang mengalami kerugian sebesar Rp 135 Triliun, lantaran sapinya terkena PMK,” katanya. (Bert)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar