-->

Ads (728x90)

Warga Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar istirahat makan siang saat menggelar aksi damai di depan kantor Walikota Batam, Kamis (22/1) (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com)


By Posman
BATAM, Peristiwanusantara.com
– Ratusan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Kota Batam menggelar aksi damai di depan kantor Walikota Batam, Kamis (22/1). Mereka menuntut agar suplay air bersih di pemukiman mereka dapat berjalan normal.

Dalam melakukan aksi damai, warga membawa spanduk, bahkan ada spanduknya yang ditempel di depan mobil truck yang mengangkut warga. Spanduk itu bertuliskan “ Kami butuh air bukan alasan “ !!! 

Hingga tengah hari, Walikota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, Amsakar Achmad belum bersedia menemui warga. Belum diketahui apa alasannya mengapa Walikota Amsakar belum menemui warga.

Warga hanya ditemui oleh anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga. Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga.

Karena Walikota Amsakar hingga tengah hari belum muncul juga, warga terpaksa beristirahat dan makan siang di depan kantor Walikota dan DPRD Kota Batam.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Linda mengatakan sejak beberapa minggu yang lalu suplay air di pemukiman mereka tidak lancar. Air mengalir hanya pukul 02.00 WIB saat warga sudah terlelap tidur.

Tetapi sejak ada gejolak dari warga, selama dua hari air mengalir lancar, tetapi hanya di pemukiman warga yang tinggi. Di lokasi pemukiman warga yang rendah supaly air malah tidak lancar.

“ Menurut pengakuan warga yang bermukim di atas, beberapa hari yang lalu air lancar mengalir tetapi di lokasi yang rendah malah tidak lancar ,” katanya.

Kondisi itu membuat warga heran, mengapa setelah ada gejolak kran air dibuka sehingga lokasi yang tinggi air mengalir lancer, tetapi di pemukiman yang rendah air malah tidak lancer mengalir,” katanya.

Memang, kata dia, sejak suplai air bersih tidak lancar pihak PT Air Batam Hilir (ABH) memberikan bantuan air sebanyak 2 hingga 4 tangki air tergantung jumlah warganya. Jumlah air yang diberikan itu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“ Setiap RT berbeda-beda jumlah bantuan air yang diberikan, jika warganya padat bantuan air diberikan sebanyak 4 tangki atau sekitar 16 drum, tetapi jika warganya tidak banyak bantuan air diberikan 2 tangki saja,” katanya.

Menurut Ita rekan dari Linda mengatakan jumlah bantuan air yang diberikan oleh PT ABH itu tidak cukup. Warga kerap bertengkar memperebutkan air.

“ Warga sering bertengkar mas, memperebutkan air, lantaran jumlah bantuan air yang diberikan sangat sedikit,” kata Ita. (Man)

Editor : Ismanto

Posting Komentar