-->

Ads (728x90)

Walikota Amsakar disambut jamaah saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Raja Hamidah, Batamcentre, Senin (15/6/2026) (Foto : Ikhsan/Peristiwanusantara.com)

Editor By : Ikhsan
BATAM, Peristiwanusantara.com –
Walikota Batam, Amsakar Achmad mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Apa yang kemarin kita lakukan hendaknya dapat kita tingkatkan pada masa yang akan datang. Dan apa yang menjadi kelemahan, hendaknya dapat kita perbaiki,” kata Amsakar saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Raja Hamidah, Batamcentre, Senin (15/6/2026) malam.

Dikatakannya, semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga sebagai dorongan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Secara khusus, Amsakar mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk terus mempererat silaturahmi serta menjaga keharmonisan sosial demi menciptakan suasana Kota Batam yang aman dan kondusif.

Menurutnya, masyarakat perlu meninggalkan narasi yang kontraproduktif dan lebih mengedepankan informasi serta gagasan yang mampu mendorong kemajuan daerah.

“Pada 1 Muharram 1448 Hijriah ini, saya berharap kita semua dapat menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Amsakar.

Suasana tablig akbar semakin menyentuh ketika Amsakar membacakan puisi berjudul “Jabal Uhud”, karya yang ditulisnya setelah menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu.

Sebelum membacakan puisi tersebut, Amsakar mengajak seluruh jemaah melantunkan Salawat Busyra bersama-sama. Ia mengungkapkan bahwa puisi itu lahir dari perenungan mendalam saat berada di Tanah Suci.

Melalui puisi “Jabal Uhud”, Amsakar menggambarkan heroisme para sahabat Nabi Muhammad SAW dalam Perang Uhud serta pentingnya keteguhan iman, kepatuhan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta semangat pengorbanan dalam menegakkan kebenaran.

Dengan penuh penghayatan, ia membawakan setiap bait puisi yang mengisahkan perjuangan para sahabat, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib dan Talhah bin Ubaidillah, dalam melindungi Rasulullah SAW.

“Mataku berkaca, menangkap sejuta makna. Ternyata mampuku tak seujung kuku pun dari ikhtiarmu,” ucap Amsakar saat menutup pembacaan puisinya.

Pembacaan puisi tersebut mendapat sambutan hangat dari para jemaah dan menambah kekhusyukan suasana peringatan Tahun Baru Islam.

Ustaz Abdil Muhadir dalam tausiahnya mengulas makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus mengajak umat Islam meneladani nilai-nilai perjuangan dalam sejarah Islam untuk diterapkan dalam kehidupan modern. 

Kegiatan ini turut dihadiri  Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pegawai di lingkungan Pemko Batam dan ribuan jemaah. (San)



Posting Komentar