By Anggrainas Prasetio
TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com – Dari 571 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Kepri yang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Tahun 2026, 570 CPNS.dinyatakan lulus. Satu peserta dari Kabupaten Lingga tidak lulus karena mengundurkan diri sebagai CPNS. Dari jumlah peserta yang lulus, 250 orang memperoleh predikat sangat memuaskan dan 320 orang memperoleh predikat memuaskan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKPSDM Provinsi Kepri, Any Lindawati dalam laporannya saat penutupan Latsar CPNS Tahun 2026, pada Selasa (9/6/2026) di Aula Wan Seri Beni Dompak, Tanjungpinang.
Penutupan Latsar ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Misni, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tri Widodo Wahyu Utomo.
Selanjutnya, Any Lindawati mengatakan awalnya 571 dinyatakan lulus setelah melalui penilaian terdiri dari empat komponen utama, yakni evaluasi sikap (bobot 15 persen), evaluasi akademik (20 persen), evaluasi aktualisasi (50 persen) dan evaluasi penguatan kompetensi bidang (15 persen).
Ia menyebut seluruh peserta diwajibkan memenuhi nilai ambang batas atau passing grade sebesar 70 untuk dapat dinyatakan lulus dalam pelaksanaan Latsar CPNS Tahun 2026.
“ Dari 571 peserta yang mengikuti Latsar, sebanyak 570 orang dinyatakan lulus, lantaran satu peserta dari Kabupaten Lingga tidak lulus karena mengundurkan diri sebagai CPNS,” katanya.
Any menjelaskan bahwa 570 CPNS yang dinyatakan lulus Latsar CPNS 2026 tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah di Provinsi Kepri, terdiri dari 84 orang dari Pemprov Kepri, 47 orang dari KPU Kepri, 1 orang dari Pemkot Tanjungpinang, 41 orang dari Kabupaten Bintan, 98 orang dari Kabupaten Karimun, 163 orang dari Kabupaten Lingga, 17 orang dari Kabupaten Natuna, serta 121 orang dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sekdaprov Kepri Misni dalam sambutannya mengingatkan para CPNS yang baru lulus agar benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai Core Values ASN BerAKHLAK dalam pekerjaan sehari-hari.
"Core Values ASN harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Semua ASN harus bekerja untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, baik yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat maupun yang mendukung pelayanan secara tidak langsung," katanya.
Misni juga menekankan bahwa esensi utama dari nilai ASN adalah orientasi pelayanan kepada masyarakat, memberikan kemudahan, kecepatan dan kepuasan dalam setiap layanan yang diberikan.
"Ingat, ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat. Berikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa diera keterbukaan informasi saat ini, setiap pelayanan publik akan selalu menjadi perhatian masyarakat.
Karena itu, seluruh ASN diminta bekerja sesuai prosedur, standar operasional dan petunjuk teknis yang berlaku agar mampu menjaga kepercayaan publik serta nama baik institusi pemerintah.
"Jika tidak bekerja sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku, sangat mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik melalui berbagai platform. Oleh sebab itu, jadikan orientasi pelayanan sebagai budaya kerja, karena sejatinya ASN adalah pelayan masyarakat," tutup Misni.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Tri Widodo Wahyu Utomo juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar proses memenuhi persyaratan administratif sebagai ASN, melainkan pembentukan karakter dan profesionalisme aparatur negara.
"Latsar merupakan fondasi awal bagi setiap ASN untuk memahami peran, fungsi, serta tanggung jawabnya sebagai pelayan publik. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara," kata Tri.
Ia juga mengingatkan para CPNS yang telah dinyatakan lulus agar terus menjaga integritas, disiplin dan semangat belajar sepanjang kariernya sebagai aparatur sipil negara.
Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan membutuhkan ASN yang adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif.
"Keberhasilan menyelesaikan Latsar bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi, menjaga kepercayaan publik dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya. (Angga)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar