By Anggrainas Prasetio
TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, masyarakat Melayu menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan identitas kemelayuan yang menjadi jati diri daerah.
Lembaga Adat Melayu (LAM) memiliki peran strategis dalam menggali, memelihara, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu Kepulauan Riau sebagai upaya mewujudkan pepatah Tak Kan Melayu Hilang di Bumi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menghadiri pengukuhan Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri) serta pengukuhan Dato' Wira Setia Utama Endy Maulidi sebagai Panglima Besar Masa Khidmat 2026–2027, bertempat di Balai Adat Seri Indra Sakti, Taman Gurindam 12,Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).
“ Kepri merupakan salah satu rumah besar masyarakat rumpun Melayu di Indonesia. Berdasarkan data kependudukan, suku Melayu menjadi kelompok etnis terbesar di Provinsi Kepri dengan jumlah sekitar 652.929 jiwa atau 29,97 persen dari total penduduk,” tegasnya.
Selanjutnya, Gubernur Ansar mengatakan bahwa peran penting Hulubalang LAM sangat penting, dalam tamadun Melayu, hulubalang bukan sekadar simbol keberanian, melainkan sosok yang menjunjung tinggi amanah, menjaga kehormatan negeri, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyebut bahwa hulubalang memiliki posisi penting sebagai lambang kesetiaan kepada negeri, keberanian menegakkan kebenaran, serta kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Bukan hulubalang karena kerisnya, bukan pula karena kuat tangannya, tetapi hulubalang karena teguh amanahnya, lurus budinya, dan tinggi marwahnya,” kata Ansar mengutip petuah Melayu.
Oleh sebab itu, lanjutnya, amanah yang diemban para hulubalang saat ini sangat besar. Mereka tidak hanya bertugas menjaga adat dan nilai-nilai luhur Melayu, tetapi juga menjadi penyejuk dalam perselisihan, perekat kehidupan sosial, serta penjaga harmoni di tengah masyarakat.
Ansar menilai tantangan yang dihadapi masyarakat dewasa ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Jika dahulu hulubalang berhadapan dengan ancaman yang tampak secara fisik, kini mereka dihadapkan pada ancaman lunturnya adab, berkurangnya penghormatan kepada orang tua dan guru, maraknya fitnah dan ujaran kebencian, hingga melemahnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya Melayu.
Ia menyebut bahwa Hulubalang harus tampil sebagai teladan di tengah masyarakat, baik dalam akhlak, tutur kata, perilaku, maupun semangat pengabdian. Kehadiran hulubalang harus mampu menjadi penuntun dan penguat nilai-nilai kemelayuan di tengah perubahan zaman.
Gubernur Ansar juga mengingatkan bahwa Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat peradaban Melayu yang telah melahirkan banyak ulama, pemikir, sastrawan, dan pemimpin besar yang pengaruhnya masih dirasakan hingga saat ini.
Menurutnya, warisan paling berharga yang harus terus dijaga bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat Melayu.
Dipenghujung sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan ucapan tahniah kepada seluruh Hulubalang LAM Kepulauan Riau yang baru dikukuhkan.
“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan lahir dan batin, melimpahkan kebijaksanaan dalam setiap langkah, serta menjadikan saudara-saudara sebagai penjaga marwah adat dan kebanggaan masyarakat Melayu Kepulauan Riau,” tutup Ansar.
Pengukuhan Hulubalang LAM ini, berdasarkan Surat Keputusan LAM Provinsi Kepri Nomor 2/LAM KEPRI/IV/2026 tertanggal 9 Mei 2026.
Pengukuhan Dato' Wira Setia Utama Endy Maulidi sebagai Panglima Besar, ditandai dengan pemasangan pakaian kebesaran adat berupa tanjak, keris, dan tongkat komando oleh Ketua LAM Kepulauan Riau Raja Al-Hafiz Raja Ismail.
Pemasangan atribut tersebut menjadi simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjaga marwah adat Melayu di Bumi Segantang Lada.
Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua LAM Kepulauan Riau Raja Al-Hafiz Raja Ismail, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Ketua MUI Kepri Bambang Maryono, Ketua Baznas Kepri Arusman Yusuf, serta jajaran pengurus LAM Kepri. (Angga)
Editor : Ismanto


KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar