![]() |
| Ketua DPD LSM Gebuki, Thomas AE (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com) |
By Posman
BATAM, Peristiwanusantara.com – Walikota Batam Amsakar Achmad diminta mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam agar lebih maksimal untuk menangani sampah yang saat ini banyak berserakan di pinggir-pinggir jalan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Berantas Korupsi (LSM Gebuki), Thomas AE saat ditemui di salah satu warung makan di seputaran Tiban, Sekupang, Kota Batam, Senin (16/3).
“ Hasil survey kita di lapangan masih banyak tumpukan-tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Jodoh, di Tanjung Riau dan ada juga tumpukan sampah berserakan di dekat sekolah-sekolah,” kata Thomas.
Berdasarkan laporan dari masyarakat kepada Thomas, Kepala DLH Kota Batam yang baru belum menunjukkan cara yang professional untuk menangani sampah di Kota Batam.
Thomas mengaku sangat kwatir terhadap sampah yang berserakan di dekat sekolah-sekolah. Kekwatirannya itu sangat beralasan sebab tumpukan sampah jika tidak langsung diangkut akan menimbulkan banyak lalat dan lalat –lalat tersebut akan berterbangan ke warung-warung yang merupakan tempat murid-murid sekolah jajan.
“ Jika makanan itu dihinggapi lalat dan bertelur di makanan tersebut, lalu makanan itu dibeli dan dimakan anak sekolah tersebut, maka anak sekolah tersebut bisa sakit perut atau menderita penyakit diare,” katanya.
Selain menimbulkan penyakit, tumpukan sampah itu dapat merusak nilai estetika Kota Batam.
“ Beberapa hari yang lalu saya pernah mendengar percakapan wisatawan dari mancanegara dari Singapura. Inti dari percakapan mereka itu, sekarang ini banyak berserakan sampah di Batam,” kata Thomas meniru percakapan warga Singapura yang pernah ditemuinya di Jodoh belum lama ini.
Setiap melewati tumpukan sampah, kata Thomas, warga negara Singapura itu menutup lubang hidung dengan tangannya.
Thomas menyarankan agar Walikota Amsakar memberdayakan perangkat RT dan RW untuk mengedukasi warganya, agar memilah – milah sampahnya sebelum dibuang. Sampah yang masih bernilai ekonomis jangan di buang tetapi dikumpulkan untuk di jual di bank sampah.
Sedangkan sampah organic seperti sisa-sisa sayuran atau kulit buah-buahan bisa diolah untuk membuat eco enzyme, yang dapat digunakan sebagai pupuk tanam-tanaman.
Thomas juga berharap agar Walikota Amsakar memberdayakan Lurah dan Camat supaya memberdayakan armada pengangkut sampah, untuk mengangkut sampah di perumahan atau di pemukiman warga.
“ Tong sampah milik warga itu kapasitasnya terbatas, jika armada pengangkut sampah terlambat mengangkut sampah. Sudah pasti warga akan membuang sampah ke luar pemukimannya dengan cara sembarangan,” katanya.
Selain itu, Thomas juga meminta instansi terkait memperbaiki armada pengangkut sampah DLH Kota Batam yang rusak dan saat ini di parkir di Baloi.
“ Di Baloi banyak saya lihat dum truck pengangkut sampah di parkir begitu saja lantaran rusak,” kata Thomas
Setelah melihat banyaknya tumpukan sampah berserakan di Kota Batam, Thomas menilai Walikota Amsakar bersama Wakil Walikota Amsakar belum maksimal menerapkan program prioeitasnya.
Salah satu dari 15 program prioritas Amsakar-Li Claudia adalah pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
“ Banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Batam sudah tentu pengelolaan sampah di Kota batam ini, tidak berbasis teknologi ramah lingkungan,” kata Thomas. (Man)
Editor : Ismanto
.jpeg)
KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar