-->

Ads (728x90)

Kanwil Kemenag Kepri Gelar Rukyatul Hilal di Pantai Setumu Dompak
Pegawai Kanwil Kemenang Kepri melaksanakan rukyatul hilal di Pantai Setumu, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/3/2026) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com).


By Anggrainas Prasetio 

TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com – Untuk menentukan 1 Syawal 1447 H/2026 M, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau menggelar rukyatul hilal di Pantai Setumu, Dompak, Tanjungpinang, pada Kamis (19/3/2026).

Di Indonesia kegiatan rukyatul hilal dilakukan secara serentak di 117 titik, di Provinsi Kepri, pelaksanaan rukyat melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG Tanjungpinang-Bintan, LDII, MUI, ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, akademisi, serta tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag Kepri.

Disela-sela kegitan, Kepala BMKG Tanjungpinang-Bintan, Ahmad Kosasih kepada wartawan mengatakan pelaksanaan pemantauan berjalan lancar dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung. 

“ Tetapi secara astronomis posisi hilal di wilayah Kepri belum memenuhi kriteria yang ditetapkan,” katanya.

Ahmad Kosasih mengatakan secara persyaratan di wilayah Kepri ini belum mencapai 3 derajat. Hasil pemantauan menunjukkan ketinggian hilal berada di angka 2,5 derajat dengan elongasi 4,3 derajat.
 Ia menyebut bahwa terdapat kemungkinan wilayah Indonesia mengikuti hasil pengamatan di Aceh yang telah memenuhi kriteria visibilitas hilal.
 
“Di Aceh ketinggian hilal sudah mencapai 3,13 derajat. Kalau umur bulan di tempat kita sudah 9 jam 49 menit, sebenarnya besok sudah masuk 3 derajat,” kata Kosasih.

Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Dr. H. Zoztafia, mengatakan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 H masih menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui Kementerian Agama RI yang dijadwalkan pada pukul 19.25 WIB.

Ia menyebut bahwa Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Zoztafia mengatakan jika nantinya terjadi perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah, ia mengimbau masyarakat untuk saling memaklumi perbedaan metode penentuan, baik melalui hisab maupun rukyatul hilal.

Ia mengapresiasi umat Islam yang tetap menjaga persatuan meski terdapat perbedaan dalam penentuan awal dan akhir Ramadan.
 
“Sejak awal Ramadan hingga Syawal, meskipun ada perbedaan, tidak terjadi polarisasi di tengah masyarakat. Ini patut kita syukuri,” katanya.
 
Untuk diketahui bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama RI saat ini tengah menggelar sidang isbat yang disiarkan secara langsung untuk menetapkan secara resmi 1 Syawal 1447 Hijriah. (Angga)

Editor : Ismanto


Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar