![]() |
| Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap Yusuf Tankin, Sabtu (7/3) (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com) |
By Posman
Yusuf Tankin bertugas sebagai second engineer di kapal tugboat tersebut.
Ia bersama rekannya M. Habib Ansyari dan Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM), pada Jumat kemarin, mereka berlima bertugas mengemudikan kapal tugboat, untuk menarik kapal kargo Kyparissia, tetapi naas bagi mereka sekitar pukul 14.30 WIB, kapal tugboat tersebut terbalik di perairan PT ASL
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam langsung melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.
Ia menyebut dari lima orang yang berada di atas kapal tersebut, tiga orang korban ditemukan meninggal dunia, satu orang korban yakni M. Habib Ansyari ditemukan dalam keadaan selamat.
“ Sedangkan satu korban lainnya yakni : Yusuf Tankin hingga saat ini masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian,” kata Fazzli saat ditemui sejumlah awak media, Sabtu (7/3).
Sementara, Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar mengatakan pihak perusahaan akan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban.
" Pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut," kata Fatur.
Ia menyebut bahwa pihak perusahaan akan memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai.
“ Saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain,” kata Fatur kepada sejumlah awak media di Batam, Sabtu (07/03/2026)
Menurutnya, hubungan kerja para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan sebagai agen pelayaran. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan manajeman PT ASL.
Ia menyebut kelima korban adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan PT Pradana Samudra Lines.
“ Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” katanya.
Berdasarkan keterangan kru yang selamat, kata Fatur, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik.
Ia menyebut bahwa saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.
“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.
Fatur mengatakan bahwa pihak perusahaan telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam. (Man)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar