![]() |
| Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto : Eva/detikcom) Editor By : Ikhsan |
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan WFH ini dibahas dalam rapat dengan Presiden di Istana Negara, Kamis (19/3/2026). WFH rencananya diterapkan satu hari dalam lima hari kerja, meski waktunya akan diputuskan lebih lanjut setelah konsep teknis rampung.
"Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta dan Pemda," ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, kebijakan ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar dan mobilitas pekerja. Presiden juga menilai efisiensi dari WFH cukup signifikan, bisa mengurangi sekitar seperlima penggunaan energi yang biasa dikeluarkan.
"Baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," katanya.
Pemerintah menegaskan, penerapan WFH tidak terkait dengan kenaikan harga BBM. Periode penerapan akan menyesuaikan situasi harga minyak dan kondisi perang di Timur Tengah.
Selain WFH, rapat juga membahas efisiensi K/L untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, peningkatan produksi batubara, dan konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi solar.
Airlangga menekankan, kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan teknis, dan pemerintah akan mengumumkan secara resmi setelah konsepnya matang. Ia juga belum bisa memastikan berapa lama jangka waktu kebijakan ini akan diterapkan.
"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," katanya.
Sumber : detik.com

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar