-->

Ads (728x90)

Puluhan wartawan Tanjungpinang dan Bintan saat berbuka puasa bersama dengan Manajemen PT Gandasari Shipyard, Ibrahim di Coffee Qozi Kilometer 8, Tanjungpinang, Selasa (10/3/2026) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com).

By Anggrainas Prasetio
TANJUNG PINANG, Peristiwanusantara.com
– PT Gandasari Shipyard merupakan perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal (shipyard), bukan usaha tambang maupun kegiatan yang mengeksploitasi kawasan mangrove sebagaimana isu yang sempat berkembang.

Perusahaan galangan kapal membutuhkan area yang luas dan relatif rata guna mendukung proses produksi kapal dengan ukuran tertentu.
Demikian disampaikan Manajemen PT Gandasari Shipyard, Ibrahim yang akrab disapa Ucok Pelasah, saat menggelar buka puasa bersama dengan puluhan awak media dari Tanjungpinang dan Bintan di Coffee Qozi Kilometer 8, Tanjungpinang, Selasa (10/3/2026).

“Perlu kami garis bawahi, PT Gandasari bukan tambak dan tidak melakukan eksploitasi mangrove. Kami bergerak di bidang galangan kapal, sehingga membutuhkan area kerja yang cukup luas untuk proses pembangunan kapal,” tegasnya.

Penjelasannya itu guna menyikapi lantaran adanya pemberitaan di sejumlah media online terkait kegiatan penimbunan pantai yang dilakukan PT Gandasari Shipyard Bintan di wilayah RT 03/RW 04 Kampung Budi Mulya, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

Pertemuan ini, kata Ucok, juga menjadi ruang dialog terbuka terkait berbagai informasi dan pemberitaan yang berkembang mengenai aktivitas PT Gandasari Shipyard.

“Pertemuan ini pada dasarnya untuk menjalin silaturahmi dan membangun kembali komunikasi dengan kawan-kawan media. Jika ada pertanyaan ataupun hal yang perlu diketahui mengenai perusahaan, kami terbuka untuk berdiskusi,” ujar Ucok Pelasah.

Ucok Pelasah juga menjelaskan bahwa PT Gandasari Shipyard merupakan perusahaan yang masih tergolong baru berdiri dan saat ini masih berada dalam tahap awal produksi.

“Perusahaan ini belum genap satu tahun berdiri. Proses produksi baru berjalan sekitar tujuh bulan dan hingga saat ini belum ada kapal yang diluncurkan secara resmi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa PT Gandasari Shipyard, merupakan investasi milik putra daerah asal Tanjungpinang yang berkomitmen membangun usaha di daerah sendiri.

Menurutnya, keberadaan investasi lokal diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Sebagai investasi yang dibangun oleh putra daerah, tentu harapan kami keberadaan perusahaan ini juga bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak agar iklim investasi di daerah dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ucok Pelasah juga menyampaikan bahwa keberadaan perusahaan tersebut telah memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

Setelah lebih kurang 7 bulan PT Gandasari beroperasi, telah merekrut 1.049 tenaga kerja lokal dari Tanjungpinang dan wilayah sekitar telah bekerja di perusahaan galangan kapal tersebut.

Namun jumlahnya relative  kecil dibandingkan tenaga kerja lokal, yakni sekitar 43 tenaga teknis yang berasal dari Cilegon untuk mendukung pekerjaan teknis di bidang galangan kapal.

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan juga membuka ruang dialog dengan masyarakat, termasuk nelayan yang berada di sekitar lokasi aktivitas perusahaan.

Sejumlah nelayan menyampaikan beberapa harapan, di antaranya terkait akses untuk menaikkan perahu serta jalur jalan kaki di sekitar area aktivitas perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menyatakan akan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat dan melakukan kajian teknis guna mencari solusi terbaik.

“Kami terbuka untuk berdialog. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan kami sampaikan ke manajemen perusahaan agar dapat dicarikan solusi yang terbaik,” tutup Ucok Pelasah.  (Angga)

Editor : Ismanto

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar