![]() |
| Warga mengantri di depan kantor Kejari Batam untuk berbelanja di pasar murah, Kamis (12/3) (Foto : Posman/Peristiwanusantara.com) |
By Posman
BATAM, Peristiwanusantara.com – Ratusan warga khususnya warga Kecamatan Batam Kota memadati halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, untuk berbelanja pada operasi pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kamis (12/3).
Sanking padatnya warga, petugas yang terdiri dari Polri,TNI dan Satpol PP harus bekerja ekstra untuk mengatur agar warga dapat berbelanja dengan tertib.
Syahroni warga Perumahan Oma Legenda mengatakan kedatangannya ke kantor Kejari Batam untuk berbelanja ke Pasar Murah yang digelar oleh Disperindag Kota Batam. Ia dapat berbelanja ke pasar tersebut setelah namanya didata oleh Pihak Kelurahan melalui RT/RWnya.
Syahroni mengatakan 1 paket yang terdiri dari beras 10 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goring 1 kilogram dan tepung ½ kilogram dibelinya dengan harga Rp 100 ribu. Padahal jika pasar 1 paket itu dijual dengan harga lebih dari Rp 200 ribu.
Pria lanjut usia ini mengaku setiap tahun saat operasi pasar murah digelar, ia didata oleh RT/RW di lingkungannya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Walikota Batam Amsakar Avhmad dan Wakil Walikota Batam, Li Claudia yang telah menggelar operasi pasar murah ini melalui Disperindag Kota Batam.
“ Kita berharap agar operasi pasar murah ini digelar setiap tahun khususnya saat menjelang lebaran Idul Fitri,” katanya.
Dari pantauan media ini, banyak juga warga yang kecewa lantaran namanya tidak didata RT/RWnya sehingga tidak bisa berbelanja di pasar murah ini.
Salah satunya Juni warga Kelurahan Baloi Permai, mengaku namanya tidak di data oleh RTnya sehingga ia tidak bisa berbelanja di pasar murah tersebut.
Kendati demikian, Juli bersama rekan-rekannya yang tidak terdata, disuruh oleh panitia untuk menunggu, siapa tahu ada paket yang lebih.
“ Saya sama teman-teman yang tidak terdata disuruh menunggu sama panitia, siapa tahu nanti ada paket sembako yang lebih, kami dapat membelinya,” katanya.
Walau puasa Juni tetap sabar menunggu di tengah panasnya terik matahari. Ia mengaku tahun lalu juga namanya tidak di data oleh RTnya sehingga ia tidak bisa berbelanja di pasar murah tersebut.
“ Saya berharap dapat membeli paket sembako itu, sebab selisih harganya Rp 100 ribu jika dibandingkan dengan harga di pasar,” katanya. (Man)
Editor : Posman

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar