-->

Ads (728x90)

Ketua FABB Herman Lufti, didampingi Koordinator Lapangan Dedi Mulyadi, Wakil Ketua M. Zen Ferry (Foto : Indra/Peristiwanusantara.com)

By Indra Syahputra

BENGKULU, Peristiwanusantara.com – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) memutuskan untuk menunda aksi damai yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pengurus FABB melakukan musyawarah dan mempertimbangkan situasi keamanan serta kondisi di lapangan.

Ketua FABB Herman Lufti, didampingi Koordinator Lapangan Dedi Mulyadi, Wakil Ketua M. Zen Ferry serta sejumlah pengurus lainnya, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Provinsi Bengkulu dan seluruh pihak yang terdampak atas penundaan aksi tersebut.

Herman mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat yang digelar pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan hasil musyawarah, FABB memutuskan untuk menunda aksi hingga waktu yang akan ditentukan kembali melalui forum internal.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu dan semua pihak terkait. Berdasarkan hasil musyawarah, dengan mempertimbangkan situasi yang kurang kondusif, kami memutuskan menunda aksi pada 30 September 2026. Jadwal selanjutnya akan kami susun kembali melalui musyawarah forum,” ujar Herman.

Sementara itu, Koordinator Lapangan FABB Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara spontan. Menurutnya, FABB telah memantau perkembangan situasi dan kondisi di lapangan, termasuk mempertimbangkan insiden yang terjadi saat aksi pada 24 Agustus 2026 di depan Kejati Bengkulu.

“Pembatalan atau penundaan aksi 30 September bukan berarti perjuangan kami berhenti. Kami mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan. Insiden 24 Agustus di depan Kejati Bengkulu menjadi salah satu acuan kami karena kami tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi,” jelas Dedi.

Dedi menegaskan, keputusan tersebut bukan karena FABB tidak mempercayai aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan. Namun, pihaknya memilih mengutamakan terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Ia juga memastikan bahwa penundaan aksi tidak menghentikan perjuangan FABB dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait penegakan hukum di Provinsi Bengkulu.

“Perjuangan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong penegakan hukum di Provinsi Bengkulu akan terus kami lakukan. Kami berharap penegakan hukum dapat berjalan secara adil dan tidak tebang pilih,” tegasnya.

FABB selanjutnya akan melakukan musyawarah kembali untuk menentukan waktu pelaksanaan aksi berikutnya. (Indra)

Editor : Ismanto

Posting Komentar