-->

Ads (728x90)

Kemnaker dan GNIK Bahas Solusi Pengembangan Keterampilan Masa Depan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menghadiri acara Brainstorming GNIK Academy bertema “Solusi Kolaboratif Membangun The Future Skills untuk Indonesia” di Jakarta, Sabtu (17/10/2026) (Foto : dok .Biro Humas Kemnaker) 

By Posman

JAKARTA, Peristiwanusantara.com
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) membahas solusi pengembangan keterampilan masa depan (the future skills) sesuai kebutuhan industri dan dinamika dunia kerja. Pembahasan ini mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM), perluasan akses pelatihan kerja, serta peningkatan produktivitas nasional agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kerja sama antara pemerintah dan praktisi manajemen SDM diperlukan agar program pengembangan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri. 

Menurutnya, pembangunan ketenagakerjaan juga perlu berorientasi pada produktivitas, bukan hanya penyelesaian persoalan hubungan industrial.

“Pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan melalui perluasan ruang lingkup kerja sama, yang tidak sekadar menyelesaikan masalah hubungan industrial, melainkan berfokus pada peningkatan produktivitas,” ujar Yassierli dalam acara Brainstorming GNIK Academy bertema “Solusi Kolaboratif Membangun The Future Skills untuk Indonesia” di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Yassierli menjelaskan, kebutuhan keterampilan tenaga kerja terus berubah seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, dan ekonomi hijau. Karena itu, program pelatihan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan. Selain kualifikasi akademis, keterampilan yang dimiliki seseorang juga menjadi pertimbangan dalam menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan industri.

Menurut Yassierli, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan keterampilan baru melalui pembelajaran bersama dan berbagi pengetahuan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan sumber daya dan pengalaman yang tersedia tanpa harus membangun platform pembelajaran sendiri dengan biaya besar.

“Isu keterampilan masa depan merupakan tantangan bersama lintas sektor. Alih-alih setiap perusahaan merintis platform mandiri berbiaya besar, mari satukan potensi dan pengetahuan yang ada ke dalam wadah pembelajaran kolektif,” katanya.

Di sisi pemerintah, Kemnaker tengah merampungkan pembangunan sistem informasi pasar kerja terpadu. Sistem ini dirancang untuk memetakan ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan industri. Informasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pelatihan dan pengembangan kompetensi sesuai kondisi pasar kerja.

Pembangunan sistem tersebut mencakup pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), penyusunan daftar okupasi kritis atau jabatan yang penting bagi kebutuhan industri, serta integrasi portal SIAPKerja dengan basis data Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang perlu dikembangkan.

Yassierli mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi infrastruktur dan regulasi pendukung agar pengembangan kompetensi melibatkan berbagai pihak. Kemitraan dengan GNIK diharapkan dapat mempertemukan dukungan pemerintah dengan pengalaman praktisi dalam mengembangkan keterampilan tenaga kerja sesuai perubahan kebutuhan industri.

“Prinsip utama yang senantiasa kita pegang teguh adalah dari, oleh, dan untuk GNIK dan Bangsa. Pemerintah siap memfasilitasi infrastruktur serta regulasi pendukung agar kompetensi generasi muda dapat berkembang secara optimal,” pungkas Yassierli. (Man)


Sumber : Biro Humas Kemnaker

Editor : Ismanto

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar