-->

Ads (728x90)

Selama Dua Tahun Usaha Tambak Udang di Desa Penarah Rugi, Warga Minta Program Bumdes Dilakukan Secara Transparan
Atan Warga Desa Penarah di tambak udang di RT 13 RW 05 Dusun 3 Desa Penarah, Kecamatan Belat Kabupaten Karimun, Rabu (21/10) (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com)

By Robert


KARIMUN, Peristiwanusantara.com
– Selama dua tahun ini, Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dilaksanakan dengan mengusahakan tambak udang di RT 13 RW 05 Dusun 3 Desa Penarah, Kecamatan Belat Kabupaten Karimun selalu rugi.

Modal usaha untuk tambak udang tersebut bersumber dari Dana Desa akibat merugi usaha tambak udang tersebut tidak memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes.

“ Tahun 2025 lalu, usaha tambak udang yang didanai dari dana desa itu rugi dan tahun 2026 ini usaha tambak udang itu juga rugi,” kata Atan warga Desa Penarah saat ditemui awak media di lokasi tambak udang, pada Rabu (21/10).

Atan  menilai perencanaan program Bumdes terkesan asal-asalan dan tidak melihat potensi riil di lapangan. Ia juga heran mengapa usaha tambak udang tahun 2025 lalu sudah rugi tetapi tahun ini program tersebut tetap dilanjutkan.  Ia juga menilai usaha tambak udang itu dikelola tidak dengan transparan.



"Kami mempertanyakan ke mana aliran dana  BUMDES sebelumnya. Mengapa program tambak udang tahun 2025 lalu sudah rugi, tetapi tahun ini usaha tambak udang itu tetap dilanjutkan dan hasilnya juga rugi,” katanya.

Ia  berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi desa-desa lain agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran dana desa yang diperuntukkan untuk kesejahteraan warga.

Sementara itu, Ketua BUMDES Desa Penarah Kecamatan Belat, Abdul Kadir saat ditemui di Kantor Camat Belat mengatakan usaha tambak udang di tahun 2025 lalu rugi disebabkan oleh faktor teknis di lapangan karena penjaga tambak udang sebelumnya sudah pindah ke Kundur Utara, dan orang yang menjaga tambak udang saat ini kurang terlatih.

"Sekarang ini kami sedang mencari orang yang terlatih untuk menjaga tambak udang tersebut,” katanya.

Tahun 2026 ini, usaha tambak udang rugi disebabkan faktor Blackout  PLN selama 4 jam listrik mati, sehingga mesin di tambak udang tersebut tidak dapat menarik kincirnya mengakibatkan gagal panen.

 "Kegagalan tersebut sempat menjadi sorotan dari masyarakat, transparansi anggaran dan pengelolaan dana desa kami minta dilakukan secara transparan," katanya. (Bert)

Editor : Ismanto


Posting Komentar