TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com – Upacara peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang merupakan momentum untuk mengenang dan menghormati perjuangan para tokoh pembentukan Kota Otonom Tanjungpinang, mengevaluasi perjalanan pembangunan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan kota.
Generasi saat ini harus melanjutkan seluruh perjuangan para pendahulu, jika dahulu perjuangan dilakukan untuk memperoleh otonomi, maka tugas bersama sekarang adalah memastikan otonomi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Usia 25 tahun merupakan fase yang mencerminkan kematangan sekaligus tanggung jawab. Berbagai kemajuan yang telah dicapai patut disyukuri, namun evaluasi terhadap pembangunan tetap harus dilakukan agar setiap kebijakan dan program pemerintah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya gedung yang berdiri atau program yang dilaksanakan, tetapi pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang semakin baik, infrastruktur yang memadai, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya UMKM, serta lingkungan yang bersih dan nyaman,” kata Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang, di Kantor Wali Kota, Sabtu (17/10).
Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat harus memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya Melayu, serta melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
“ Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh masyarakat yang telah memperjuangkan terbentuknya Kota Otonom Tanjungpinang,” katanya.
Walikota Lis juga mengapresiasi insan pers dan seluruh pihak yang turut mengawal aspirasi pembentukan Kota Tanjungpinang, termasuk mereka yang mungkin tidak tercatat dalam dokumen sejarah, tetapi telah menyumbangkan pikiran, tenaga, doa, dan pengorbanan.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah bahwa jabatan merupakan amanah, anggaran adalah tanggung jawab, dan setiap program pemerintahan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Untuk itu, Lis mengajak jajaran pemerintah daerah agar bekerja lebih profesional, responsif, serta mengedepankan hasil dengan senantiasa mendengarkan aspirasi warga, menyelesaikan persoalan sesuai kewenangan, dan memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan.
Identitas Tanjungpinang sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya Melayu yang kuat perlu dijaga.
“ Kebudayaan Melayu tidak hanya tercermin dalam bahasa, pakaian, seni, dan tradisi, tetapi juga dalam budi pekerti, kesantunan, serta penghormatan terhadap sesama,” katanya.
Menurutnya nilai-nilai luhur tersebut, sejalan dengan warisan para tokoh Melayu, seperti Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji.
" Melalui perjuangan dan karya-karyanya, para tokoh tersebut telah mewariskan keteladanan dalam keberanian, pendidikan, bahasa, dan akhlak yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan," kata Lis.
Kepada seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama dan kepercayaan, harus dapat hidup berdampingan secara damai serta menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk bermusuhan. Mari kita perkuat gotong royong dan kepedulian antar sesama. Jika ada persoalan, selesaikan melalui musyawarah. Jika ada warga yang mengalami kesulitan, bantulah dengan kepedulian. Jangan sampai kita hanya terlihat kompak ketika perayaan, tetapi berjalan sendiri-sendiri ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” katanya.
Perjalanan 25 tahun ke depan harus menjadi kesempatan untuk membawa Tanjungpinang menuju kemajuan yang lebih merata dan berkelanjutan. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mendorong penguatan ekonomi, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perbaikan infrastruktur, serta pelayanan pemerintahan yang transparan.
Tanjungpinang terus tumbuh sebagai kota yang bersih, tertib, aman, religius, berbudaya, dan ramah bagi masyarakat maupun pengunjung. Potensi sejarah dan kebudayaan Melayu termasuk kawasan Pulau Penyengat beserta warisan sejarahnya, menurut Lis perlu terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Seluruh cita-cita pembangunan tersebut tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan seluruh warga Tanjungpinang," ungkapnya.
Dipenghujung sambutannya, Lis mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang sebagai momentum pembaruan komitmen untuk bekerja lebih baik, menjaga persatuan, memelihara kebudayaan, dan mewariskan kota yang lebih maju kepada generasi mendatang.
“ Mari kita tidak hanya bertanya apa yang telah diberikan kota ini kepada kita, tetapi juga bertanya apa yang telah kita sumbangkan untuk kota yang kita cintai. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong, kita dapat membangun Tanjungpinang yang semakin maju, sejahtera, dan penuh keberkahan,” katanya. (Angga)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar