-->

Ads (728x90)

TP PKK Karimun Ajak Masyarakat Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Menciptakan Lingkungan Inklusif
Ketua TP PKK Kabupaten Karimun, Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah, S.Pd, saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan pencegahan kekerasan terhadap perempuan di Aula Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Senin (5/10) (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com)


By Robert.

KARIMUN, Peristiwanusantara.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karimun terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan. 

Pemahaman masyarakat mengenai kekerasan harus diperluas. Kekerasan bukan hanya sebatas tindakan yang menimbulkan luka fisik seperti memukul atau menampar, melainkan mencakup setiap perbuatan yang memicu penderitaan secara psikis, seksual, ekonomi, hingga ranah digital

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Karimun, Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah, S.Pd, saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, pada Senin (5/10) di Aula Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun.

"Masyarakat harus peka bahwa ancaman, pengekangan pergaulan, hingga penyebaran data pribadi tanpa izin di media sosial juga merupakan bentuk kekerasan yang merampas kebebasan dan rasa aman perempuan," tegas Hj. Siti Rojiah.

Hj. Siti Rojiah mengapresiasi seluruh para peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta  merupakan perwakilan dari berbagai persatuan dan organisasi perempuan se-Kabupaten Karimun.

Dalam materinya, Hj. Siti Rojiah membedah akar persoalan yang membuat perempuan sering berada di posisi rentan. Menurutnya, kerentanan ini bukan lahir dari kelemahan bawaan, melainkan akibat ketimpangan relasi kuasa, ketergantungan ekonomi, dan konstruksi norma sosial yang keliru. 

Seringkali, korban memilih diam karena takut pada stigma masyarakat yang justru menyalahkan mereka (victim blaming) atau karena menganggap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai aib yang harus ditutupi.

Sebagai solusi dan langkah antisipasi, dalam penyuluhan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Karimun mendorong setiap individu untuk berani membangun batasan (boundaries) yang tegas serta mengenali tanda-tanda hubungan yang toksik (tidak sehat).

Ia juga menyerukan pentingnya membangun sistem dukungan (support system) yang kuat dari keluarga, teman, hingga lingkungan sekitar.

"Jika terjadi kekerasan, utamakan keselamatan korban. Jangan ragu untuk melapor dan mencari bantuan ke lembaga profesional. Ingat, pencegahan kekerasan terhadap perempuan bukan hanya tugas perempuan itu sendiri, melainkan tanggung jawab kita bersama," katanya.

Melalui penyuluhan ini, TP PKK Kabupaten Karimun berharap sinergi dengan berbagai persatuan perempuan di Karimun dapat semakin kuat guna menumbuhkan kesadaran kolektif, menghapus segala bentuk diskriminasi, serta memberikan ruang perlindungan yang nyata bagi perempuan.  (Bert)

Editor : Ismanto

Posting Komentar