![]() |
| Forum Aktifis Bengkulu Bersatu menggelar aksi dama di depan Mapolda Kepri Senin (20/7) (Foto : Indra/Peristiwanusantara.com). |
By Indra Syahputra
BENGKULU, Peristiwanusantara.com - Forum Aktifis Bengkulu Bersatu (FABB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bengkulu, pada Senin (20/7).
Aksi unjuk rasa itu dilakukan untuk menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi di PDAM dan penyelewengan pupuk subsidi di Provinsi Bengkulu.serta kasus mantan Bupati Bengkulu Selatan,Gusnan Mulyadi.
Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, aktivis dari FABB berorasi secara bergantian, Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan "Usut Tuntas Korupsi PDAM" dan "Pupuk Subsidi untuk Petani, Bukan Mafia".
"Kami datang ke Polda bukan untuk membuat gaduh. Kami datang menuntut keadilan. Kasus PDAM dan pupuk subsidi sudah lama jadi keluhan masyarakat. Sampai hari ini belum ada kejelasan," kata Koordinator Lapangan FABB, Dedi Mulyadi dalam orasinya
Dalam pernyataan sikapnya, FABB menyampaikan 2 tuntutan utama :
1. Kasus PDAM Bengkulu
FABB mendesak Polda Bengkulu mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran, penerimaan rekrut penerimaan karyawan baru dan penerimaan karyawan, diduga ada suap di PDAM yang merugikan negara. Mereka menilai masih banyak warga yang mengeluh air keruh dan tagihan tidak wajar.
"Air adalah hajat hidup orang banyak. Kalau ada dugaan korupsi di PDAM, itu sama saja menzalimi rakyat," tegas orator.
2. Penyelewengan Pupuk Subsidi
Massa menuntut aparat menindak tegas oknum yang diduga menimbun dan memperjualbelikan pupuk subsidi tidak sesuai peruntukan.
"Petani di Bengkulu Selatan, Kaur, sampai Lebong masih kesulitan pupuk. Tapi di pasaran bebas harganya mahal. Ini harus diusut sampai ke akar-akarnya," kata perwakilan FABB.
Polda Bengkulu Terima Aspirasi
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Perwakilan Polda Bengkulu menemui massa sekitar pukul 11.00 WIB.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur mengatakan, pihaknya menerima aspirasi tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
"Kami tampung semua aspirasi. Untuk kasus yang sudah masuk lidik/sidik akan kami proses. Kami juga terbuka untuk menerima laporan dan data tambahan dari FABB," jelasnya.
FABB: Jangan Ada Tebang Pilih
Ketua FABB, Herman Lupti meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani kasus.
"Kami akan kawal terus kasus ini. Jika 1 bulan ke depan tidak ada perkembangan, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar," kata Ketua FABB Herman Lupti.
Aksi berakhir pukul 12.00 WIB dan membubarkan diri dengan tertib setelah menyerahkan berkas aspirasi atau tuntutannya kepada Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Bengkulu, Kombes.Asep Mauludin Sik.MH.
Para pengujuk rasa tinggal menunggu jawaban dan pelaksanaan dari tuntutan mereka. (Indra)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar