-->

Ads (728x90)

 

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah foto bersama dengan guru usai memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang, Sabtu (2/5/2026) (Foto : Angga/Peristiwanusantara.com)

By Anggrainas Prasetio 

TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com – Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memperluas program peningkatan kualifikasi guru melalui beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum bergelar S1/D4. 

Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau 150 ribu guru dan program beasiswa ini menyasar guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 lalu yakni sebanyak 12.500 guru.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, pada Sabtu (2/5/2026) di Lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang.

Upacara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Raja Ariza, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, kepala sekolah, guru, pelajar, serta ASN Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan itu, Walikota Lis Darmansyah juga menyampaikan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, yang menyampaikan bahwa pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia.

“Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” lanjut Lis.

Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membangun fondasi pendidikan bermutu dengan melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai lembaga menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan.

Dalam amanatnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya melalui program. Perubahan pola pikir, penguatan mental, dan arah kebijakan yang jelas diperlukan agar hasilnya tidak berhenti pada capaian administratif semata.

Ia menyebut bersamaan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, pemerintah pusat dan daerah diarahkan berjalan seiring melalui integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, serta penguatan layanan dasar.

Dikatakannya, otonomi daerah memberi ruang bagi daerah untuk berinovasi, termasuk dalam sektor pendidikan. Namun pelaksanaannya tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelatihan bagi guru, mulai dari pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, hingga kecerdasan artifisial dan kepemimpinan sekolah. Tunjangan sertifikasi yang kini disalurkan langsung setiap bulan. (Angga)

Editor : Ismanto


Posting Komentar