Peresmian Tambatan Perahu Nelayan tersebut, dilakukan dengan penguntingan pita oleh Gubernur Ansar bersama Bupati dan Wabup Karimun dan Gubernur Kepulauan Riau periode 2016–2021 Nurdin Basirun.
Hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Karimun R. Rafiza, Lurah Teluk Umah, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta para nelayan Kelurahan Teluk Umah
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar mengatakan Tambatan Perahu Nelayan ini dibangun melalui APBD Provinsi Kepri menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir.
Tambatan perahu nelayan ini, lanjutnya, dibangun pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp319.982.412. Tambatan memiliki panjang trestle 59,69 meter, lebar 1,5 meter, ketebalan pelat lantai 12 sentimeter, serta ukuran T sebesar 2 x 3 meter.
Guernur Ansar mengatakan tambatan perahu ini diproyeksikan dapat melayani sekitar 100 unit kapal perikanan berukuran 1 hingga 5 GT yang selama ini digunakan nelayan Teluk Umah untuk aktivitas penangkapan ikan dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring tenggiri, pancing, rawai, dan alat tangkap lainnya.
Ia menyebut bahwa fasilitas ini bukan sekedar infrastruktur fisik, tetapi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat nelayan. Dengan adanya tambatan perahu yang lebih layak, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan dan mobilitas nelayan akan semakin mudah, aman, dan efisien.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana perikanan merupakan kebutuhan strategis bagi Provinsi Kepri yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Ansar menjelaskan bahwa Kepulauan Riau berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan daerah kepulauan dengan 98 persen wilayahnya berupa lautan dan hanya 2 persen daratan. Terdapat 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.
Saat ini terdapat sekitar 72.210 nelayan di Kepri yang sebagian besar bergerak di bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program dan infrastruktur pendukung agar aktivitas nelayan semakin produktif dan berkelanjutan.
"Kondisi tersebut menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” katanya.
Berdasarkan
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2022, wilayah
tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton
per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 900 ribu
ton per tahun.
“Potensi besar ini harus diimbangi dengan
penguatan teknologi penangkapan ikan, peningkatan kualitas sumber daya
manusia nelayan, serta modernisasi armada perikanan agar mampu
memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.
Kabupaten
Karimun memiliki potensi perikanan yang relatif besar. Di Kabupaten ini
terdapat sekitar 14.260 nelayan, 4.543 unit armada kapal perikanan di
bawah 5 GT, sekitar 583 unit kapal berukuran 6 hingga 30 GT, serta
produksi perikanan tangkap tahun 2025 mencapai 55,159 ribu ton.
Potensi
tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau membangun Tambatan
Perahu Nelayan Teluk Umah sebagai salah satu bentuk dukungan nyata
kepada masyarakat nelayan.
Lebih lanjut, Ansar menegaskan bahwa
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat sinergi dengan
pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan dalam
menyediakan sarana produksi perikanan serta memperluas akses ekonomi
bagi nelayan.
“Kita ingin nelayan Kepulauan Riau semakin maju,
produktif, dan sejahtera. Karena itu, dukungan terhadap sektor kelautan
dan perikanan akan terus menjadi perhatian pemerintah melalui
pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga peningkatan
kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya,
Ansar berharap tambatan perahu yang telah dibangun tersebut dapat
dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan
manfaat jangka panjang bagi aktivitas perikanan di Kabupaten Karimun.
“Semoga
tambatan perahu ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani
kapal-kapal perikanan, khususnya bagi nelayan Kelurahan Teluk Umah dan
Kabupaten Karimun pada umumnya. Mari kita jaga bersama fasilitas ini
agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi
nelayan yang akan datang,” tutup Ansar. (Bert)
Editor : Ismanto


KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar