By Janes
ASAHAN, Peristiwanusantara.com - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin S Sos M Si membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Calon Kabupaten/Kota Ber-AKSI Berani Berantas Korupsi, yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (5/5).
Kegiatan Bimtek yang digelar selama 3 hari dari tanggal 5 Mei hingga 7 Mei 2027, juga dihadiri oleh mewakili Gubernur Sumatera Utara Oleh Inspektur pembantu II Provsu Riswan Aritonang, ST, CGCAE, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selaku Koordinator Program Percontohaan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Rino Haruno.
Hadir juga Wakil Bupati Asahan, mewakili Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kapolres Asahan, Dandim 0208/AS, Danlanal TBA, Ketua Pengadilan Negeri Asahan, mewakili Kejaksaan Kisaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Staff Ahli, Asisten, OPD, Kabag, Camat se-Kabupaten Asahan dan Tokoh Masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Asahan mengatakan dirinya sangat bersyukur lantaran Asahan sebagai kabupaten percontohan sehingga menjadi salah satu peserta bimbingan teknis yang di kunjungi oleh KPK.
“ Sistem yang sudah di buat pemerintah ini harus kita jalankan dengan baik,” katanya.
Ia menyebut dengan kehadiran KPK melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat membawa perubahan nyata dalam pola kerja aparatur pemerintah menuju tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel
Gubernur Sumut dalam sambutannya yang disampaikan oleh Inspektur pembantu II Provsu Riswan Aritonang, ST, CGCAE menyampaikan apresiasi kepada KPK yang telah menetapkan Kabupaten Asahan sebagai kabupaten percontohan anti korupsi di Sumatera Utara.
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
“ Kami berharap Asahan dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku Koordinator Program Percontohaan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Rino Haruno menekankan pentingnya peran seluruh elemen dalam mencegah tindak pidana korupsi. Ia menyampaikan bahwa korupsi bukan hanya persoalan pengawasan, melainkan juga soal pilihan hidup dan integritas.
Ia juga menjelaskan bahwa KPK saat ini tengah meningkatkan program dari desa anti korupsi menjadi kabupaten/kota anti korupsi. (Jan)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar