By Indra Syahputra
BENGKULU, Peristiwanusantara.com - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah, ST, MT, bersama tim ahli dari Universitas Bengkulu (UNIB) melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Martan, Rabu (6/5/2026).
Jembatan tersebut berada di ruas jalan Pasar Ngalam – Pasar Talo, Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma (STA 2+300).
Peninjauan ini turut melibatkan akademisi dari UNIB, yakni dosen Magister Fakultas Teknik Sipil dan Kebencanaan, Dr. Ir. Gusta Gunawan, ST, MT yang merupakan ahli utama sumber daya air. Selain itu, hadir pula Direktur PT Rodateknindo Purajaya, Ir. Purwanto, bersama tim teknis dan konsultan pengawas.
Dalam keterangannya, Darmawansyah menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini jembatan yang saat ini telah kembali berfungsi dan dapat dilalui kendaraan.
Ia menegaskan, berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, kerusakan yang terjadi bukan pada struktur utama jembatan, melainkan pada bagian oprit atau segmen penghubung antara jalan dan jembatan.
“Kami memastikan bahwa jembatan ini tidak roboh secara struktur. Permasalahan utama ada pada oprit yang mengalami penurunan akibat gerusan air pasca cuaca ekstrem bulan lalu,” jelasnya.
Menurutnya, pelibatan akademisi merupakan bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Ke depan, perbaikan tidak hanya difokuskan pada pemulihan fungsi jembatan, tetapi juga diarahkan pada penguatan ketahanan jangka panjang serta aspek estetika melalui proses rekonstruksi yang tepat.
Darmawansyah juga menekankan pentingnya sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII dalam pembangunan sistem perlindungan, seperti pemecah gelombang atau pengaman pantai, guna melindungi jembatan dari abrasi dan hantaman arus air di masa mendatang.
Ia turut mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut memiliki nilai historis tinggi, yang dikenal sebagai “Jalan Inggris” dan telah ada sebelum Provinsi Bengkulu terbentuk. Oleh karena itu, penanganannya diusulkan dapat didukung melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD) dari Balai Jalan Nasional.
Sementara itu, Dr. Gusta Gunawan menegaskan bahwa secara teknis struktur utama jembatan masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.
“Yang bermasalah adalah bagian oprit yang tergerus aliran air. Ini perlu penanganan segera agar konektivitas tetap aman,” ujarnya.
Ia merekomendasikan langkah penanganan cepat sekaligus solusi permanen, termasuk pembangunan sistem pengaman di sekitar jembatan untuk mencegah kerusakan berulang. Koordinasi dengan instansi terkait seperti Balai Wilayah Sungai dinilai penting dalam upaya tersebut.
Selain itu, rekonstruksi juga diharapkan mempertimbangkan kondisi geografis lokasi yang berada dekat muara, sehingga desain yang diterapkan lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan.
“Perbaikan harus memenuhi standar teknis, kuat, aman, dan juga memiliki nilai estetika bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan penanganan Jembatan Martan dapat dilakukan secara komprehensif sehingga infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan. (Indra)
Editor : Ismanto

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar