-->

Ads (728x90)

 

Jaring udang KUB Ratu Laut Teluk Dalam, Desa Kundur, Kabupaten Karimun bantuan dari PT Timah Tbk, Senin (6/4/2026) (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com).

By Robert

KARIMUN, Peristiwanusantara.com
– PT Timah (Persero) Tbk memberikan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ratu Laut Teluk Dalam, Desa Kundur, Kabupaten Karimun, pada Senin (6/4/2026).

Sekretaris KUB Ratu Laut Teluk Dalam, Dedi mengatakan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli alat tangkap, yaitu jaring udang, karena memang sebagian besar nelayan di Desa Kundur menggunakan jaring udang. 

“ Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan hasil tangkapan nelayan bisa lebih banyak karena jaringnya masih baru. Kalau jaring baru, hasilnya tentu lebih maksimal,” kata Dedi, 

Dedi mengatakan bahwa selama ini kondisi jaring anggota KUB Ratu Laut Teluk Dalam banyak yang sudah rusak dan tidak layak pakai. Namun keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama untuk mengganti alat tangkap tersebut.

“Hasil tangkapan sering kali tidak mencukupi untuk membeli jaring baru karena harga alat tangkap lebih mahal dibandingkan hasil tangkapan, sementara penghasilan nelayan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara, Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan mengatakan itu diberikan sebagai komitmen dari PT Timah (Persero) Tbk agar dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di wilayah operasional, termasuk para nelayan.

“ Jadi PT Timah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di wilayah operasional, termasuk para nelayan,” katanya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian nelayan, kata Anggi, PT Timah melakukannya melalui berbagai program pemberdayaan.

“ Beragam inisiatif dijalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir. Mulai dari bantuan alat tangkap untuk meningkatkan produktivitas, fasilitasi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan saat bekerja, hingga dukungan terhadap pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas melaut,” kata Anggi.

Ia menyebut bahwa program-program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi nelayan dalam menjalankan profesinya.

Selain itu, PT Timah juga mendukung infrastruktur pendukung aktivitas nelayan, seperti fasilitas tambatan perahu, pengerukan alur muara, dan sarana pendukung lainnya.

Pada tahun 2025, PT Timah menyalurkan bantuan bagi belasan kelompok nelayan yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Program ini terus berlanjut di tahun 2026, PT Timah kembali menghadirkan bantuan alat tangkap untuk kelompok nelayan. Seperti untuk Kelompok Nelayan Sungai Ulim, Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.

PT Timah juga telah memfasilitasi ribuan nelayan untuk mendapatkan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini merupakan salah satu langkah perusahaan untuk memberikan perlindungan sosial bagi nelayan.

Tidak hanya membantu nelayan, PT Timah juga melaksanakan pemberdayaan nelayan melalui program lingkungan pesisir misalnya melalui kegiatan penanaman mangrove, restocking kepiting bakau yang dilaksanakan di Kundur, restocking cumi di Perairan Pulau Bangka dan program fishing ground dan coral garden yang manfaatnya saat ini telah dirasakan nelayan. (Bert)

Editor : Ismanto


Posting Komentar