-->

Ads (728x90)

Bupati Karimun Gelar Pertemuan dengan Pedagang Sore yang Akan Direlokasi ke Blok D Pasar Puan Maimun
Perwakilan pedagang sore Pasar Puan Maimun mengikuti pertemuan dengan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah di Rumah Dinas Bupati, Kamis (2/4/2026) malam (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com).

By Robert 

KARIMUN, Peristiwanusantara.com
– Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menggelar pertemuan dengan perwakilan pedagang sore Pasar Puan Maimun di Rumah Dinas Bupati, pada Kamis (2/4/2026) malam.

Pedagang yang menghadiri pertemuan itu terdiri dari dua kelompok pedagang, mereka menyampaikan aspirasinya, agar pemerintah daerah mendapatkan gambaran permasalahan secara utuh sebelum mengambil kebijakan final.

Bupati Iskandarsyah mengatakan tujuan pertemuan ini untuk mendengarkan langsung aspirasi para pedagang terkait rencana relokasi ke Blok D yang dijadwalkan pada 11 April 2026 mendatang.

"Rencana relokasi pedagang pasar sore di pasar Puan Maimun itu merupakan bagian dari upaya penataan kota. Selama delapan tahun terakhir, pasar sore diketahui menggunakan lahan parkir sebagai tempat berjualan,"kata Bupati Iskandarsyah.

Ia menyebut agar para pedagang pasar sore yang berjualan di lahan parker, diharapkan segera merelokasi lapaknya ke Blok D Pasar Maimun. Sebab lahan parker itu akan ditata dan dikembalikan ke fungsi awalnya.

Bupati Iskandarsyah mengatakan ada tiga kriteria utama dalam penataan pasar yang diinstruksikan kepada Perumda yakni :

  • Bersih dan nyaman bagi pengunjung
  • Rapi dalam tata letak pedagang
  • Kontribusi Retribusi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menyebut jika kelak dilakukan pergeseran ke tempat baru, pihaknya akan mengevaluasi efektifitasnya dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan.

“ Pada prinsipnya, pemerintah tidak ada niat menzalimi atau mengurangi pendapatan pedagang. Kami ingin pasar kita maju, sejahtera, dan berbudaya,” tegasnya.

Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Muhammad. Mahsun yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya optimis bahwa tantangan relokasi ini akan berbuah manis bagi perekonomian Karimun.

"Dengan pindahnya pedagang ke lokasi yang permanen, tidak ada lagi sekat waktu antara pedagang pagi dan sore,”ucapnya 

Mahsun berharap Pasar Puan Maimun bisa hidup selama 24 jam. Jika aktivitas ekonomi berjalan sepanjang hari, ia yakin putaran ekonomi masyarakat akan jauh lebih bagus.

Dalam rapat tersebut, Sugiharto salah satu perwakilan pedagang sore yang sehari-harinya berjualan udang dan ikan, mengatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah. 

Menurutnya, pemindahan ini sudah tepat, karena dipindahkan ke tempat dengan fasilitas yang lebih lengkap.

”Ini ide yang baik karena tempatnya lebih lengkap fasilitasnya. Kami siap mengikuti aturan pemerintah, termasuk membayar retribusi demi meningkatkan PAD daerah,” katanya.

Jika ada pedagang yang menolak diorelokasi, Sugiharto menilai hal tersebut sebagai hak masing-masing individu. Namun, ia optimis bahwa rezeki tidak akan tertukar selama pedagang mau berikhtiar. (Bert)


Editor : Ismanto


Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar