-->

Ads (728x90)

Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat se-Kecamaan Sagulung, Amsakar : Jaga Batam Tetap Kondusif Serta Perkuat Kolaborasi
Walikota Amsakar (9 dari kanan) foto bersama dengan LPM,RT,RW tokoh masyarakat se Kecamatan Sagulung di Gedung Serbaguna Plaza Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/10/2026) (Foto : Ikhsan/Peristiwanusantara.com) ,

By Ikhsan

BATAM, Peristiwanusantara.com -  Pertumbuhan ekonomi, investasi, dan konektivitas yang terus menguat semakin mempertegas posisi Batam sebagai daerah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

Realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp40 triliun. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi.

Demikian disampaikan Walikota Batam, Amsakar Achmad saat menggelar silaturahmi dengan LPM, RW, RT, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sagulung, bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia di Gedung Serbaguna Plaza Kecamatan Sagulung, pada Sabtu (3/10/2026) malam.

“ Silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat bukan sekadar menjadi ajang bertemu dan bertukar informasi. Lebih dari itu, kegiatan silaturahmi menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi, serta membangun kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” tegas Amsakar.

Selanjutnya, Walikota Amsakar mengatakan esensi dari silaturahmi adalah bagaimana kita terus memperkuat hubungan, membangun komunikasi dan kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Batam

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam pada Semester I 2026 juga tercatat mencapai 7,28 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang berada di level 6,76 persen.

“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada diangka 7,28 persen dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat,” katanya.

Amsakar mengatakan perkembangan tersebut turut mendorong perhatian terhadap Batam hingga ke tingkat internasional. Salah satunya terlihat dari masuknya investasi di sektor teknologi dan infrastruktur digital.

Ia mencontohkan rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam yang dikembangkan Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne. Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt dengan target operasional pada kuartal I 2027.

“Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. Kita bisa melihat bagaimana investasi di bidang AI dan pusat data mulai masuk ke Batam. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki posisi yang semakin strategis,” ungkapnya.

Selain investasi di sektor teknologi, Amsakar juga menyoroti penguatan konektivitas Batam. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II 2026. Batam tercatat berada di peringkat keenam.

Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional semakin diperkuat oleh perkembangan infrastruktur dan konektivitas.

“Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” ujarnya

Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai angka. Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembukaan lapangan kerja, perkembangan usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik, maupun pembangunan infrastruktur.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga suasana Batam tetap kondusif serta memperkuat kolaborasi.

Amsakar menegaskan, pembangunan Batam merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi.

“Batam ini milik kita bersama. Pemerintah bekerja, masyarakat juga ikut bergerak. Kalau energi kebersamaan ini terus kita rawat, insyaallah berbagai kompleksitas persoalan yang ada dapat kita hadapi bersama dan Batam akan semakin maju,” tutupnya. (Man)

Editor : Ismanto


Posting Komentar