-->

Ads (728x90)

Tiga Hari di Natuna, Wamenlu Bawa Sejumlah Program Strategis untuk Perkuat Ekonomi dan Kemaritiman
Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepri, Rabu (26/8/2026) (Foto : Putra/Peristiwanusantara.com).

By Putra Mardiyanto
NATUNA, Peristiwanusantara.com
- Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI) Arif Havas Oegroseno melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda koordinasi pemerintah. Sejumlah program strategis untuk memperkuat sektor kemaritiman, perikanan, konektivitas, hingga pengembangan geopark Natuna turut dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Natuna.

Berdasarkan agenda kunjungan, Wamenlu dijadwalkan melakukan rapat koordinasi bersama Pemkab Natuna, mengunjungi Pulau Senoa, meninjau pembangunan Pasar Ikan Ranai, mengunjungi Pulau Sedanau, serta menjalankan sejumlah agenda lainnya.

Usai menggelar rapat di Kantor Bupati Natuna, Arif menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait.

Beberapa isu yang menjadi perhatian utama yakni kemaritiman, perikanan, minyak dan gas (migas), konektivitas udara, hingga akses perdagangan internasional.

Pelabuhan Selat Lampa Diproyeksikan Jadi Pintu Ekspor-Impor

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah penguatan status Pelabuhan Selat Lampa sebagai pelabuhan yang dapat mendukung aktivitas perdagangan internasional.
Arif mengatakan pemerintah tengah mendorong pemberian kode pelabuhan ID STA untuk Pelabuhan Selat Lampa. Kode tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi kegiatan ekspor dan impor dari maupun menuju Natuna.


“Tadi ada beberapa hal yang kami koordinasikan dengan Bu Bupati, salah satunya mengenai Pelabuhan Internasional Selat Lampa. Kami ke sini dalam rangka pemberian kode pelabuhan ID STA untuk Pelabuhan Selat Lampa guna mendukung keterbukaan akses ekspor-impor dari dan ke Natuna,” ujar Arif. 

Menurutnya, penguatan pelabuhan menjadi penting karena Natuna memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor kelautan dan perikanan.

Konektivitas Udara dan Kapal Nelayan Diperkuat

Selain pelabuhan, pemerintah juga membahas perluasan akses transportasi udara menuju Natuna.

Arif menilai konektivitas udara memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata di daerah perbatasan tersebut.

Di sektor perikanan, pemerintah juga berencana memperkuat kapasitas nelayan melalui program pembangunan kapal ikan berukuran 15 hingga 30 GT.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan Natuna dalam memanfaatkan potensi sumber daya laut secara lebih optimal.

Teknologi Es Tenaga Surya dari Maluku Akan Dicoba di Natuna

Hal menarik lainnya yang dibahas adalah rencana menerapkan teknologi penyediaan es berbasis energi surya untuk mendukung nelayan.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sebelumnya telah diterapkan sebagai proyek percontohan di Desa Kawa, Kabupaten Seram, Provinsi Maluku.

Teknologi tersebut menggunakan solar ice maker, yakni mesin pembuat es yang memanfaatkan energi matahari.

Arif mengatakan program tersebut akan dicoba diterapkan di Natuna karena karakter geografis wilayahnya dinilai memiliki kemiripan dengan lokasi proyek percontohan di Maluku.

“Nah, ini akan kita coba replikasi di Natuna. Karena karakter geografis Natuna dengan Kawa tidak jauh beda,” katanya.

Program tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas ikan setelah ditangkap. Dengan ketersediaan es yang memadai, hasil tangkapan dapat bertahan lebih lama sebelum dipasarkan.

Natuna Dorong Pengembangan Geopark

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Geopark Natuna.

Arif mengatakan pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemkab Natuna terkait pengembangan kawasan tersebut, termasuk dalam upaya Natuna mengikuti program Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp).

“Karena Natuna ikut Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp). Jadi kita terus berkoordinasi dengan daerah terkait geopark ini,” ujarnya.

Pengembangan geopark dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan potensi alam dan geologi Natuna ke tingkat yang lebih luas.

Bupati: Kunjungan Wamenlu Bawa Harapan Baru

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut positif kunjungan Wamenlu. Ia menilai kehadiran Arif membawa sejumlah program yang dapat memberikan dampak bagi percepatan pembangunan daerah.

“Beliau datang dengan banyak program. Perhatian beliau dengan Natuna sangat luar biasa, kehadirannya dapat menimbulkan harapan baru bagi kita di Natuna,” ujar Cen.

Cen menegaskan Pemkab Natuna siap mendukung berbagai program Kementerian Luar Negeri maupun pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayahnya.

“Kita sangat siap mendukung sesuai dengan kapasitas daerah. Jadi apa pun yang diperlukan kita siap dukung. Mudah-mudahan dengan ini kemajuan dapat berjalan lebih cepat lagi,” katanya.

Dengan berbagai agenda tersebut, kunjungan Wamenlu ke Natuna diharapkan tidak berhenti pada koordinasi semata. Penguatan Pelabuhan Selat Lampa, konektivitas udara, peningkatan kapasitas nelayan, teknologi pendinginan hasil tangkapan, hingga pengembangan Geopark Natuna menjadi bagian dari upaya mendorong Natuna semakin kuat sebagai kawasan ekonomi dan maritim strategis Indonesia.(Put)

Editor : Ismanto

Posting Komentar