By Janes
ASAHAN, Peristiwanusantara.com - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin,S.Sos,M.Si bersama Wakil Bupati (Wabup) Asahan Rianto,S.H,M.A.P mengikuti rangkaian upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, yang digelar di Kantor Bupati Asahan Jalan Jend. Sudirman Kel. Mekar Baru Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan, pada Senin (1/6).
Upacara tersebut, dipimpin oleh Danlanal TBA Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari,M.Tr.Opsla,CTMP, dan dihadiri oleh Dandim 0208/AS diwakili Kapten Inf Legimin, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani,S.H,S.I.K,M.H, Kajari Asahan Mochamad Judhy Ismono,SH, MH, Kepala Pengadilan Negeri Asahan Sayed Tarmizi,S.H,M.H.
Hadir juga Sekda Kab Asahan Drs. Zainal Aripin Sinaga, M.H, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Asahan M.Azmi Ismail,A.P,M.Si, Staf Ahli Bupati Asahan, personil TNI-Polri dan para ASN serta OPD se-Kab.Asahan serta para tokoh adat se-Kab Asahan.
Danlanal TBA Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari,M.Tr.Opsla,CTMP, dalam sambutannya menyampaikan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (RI) yang mengatakan bahwa hari ini, Senin 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati hari lahir Pancasila.
“ Lebih dari sekedar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” katanya.
Ia menyebut tema yang diusung dalam peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila adalah "bintang dan penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
" Jangkar Pancasila adalah moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. sesuai amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional melaksanakan untuk ikut ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“ Pancasila adalah pondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk instrumen menjembatani perbedaan menghentikan konflik. dan sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera perserikatan bangsa bangsa (PBB),” katanya.
Ia menegaskan bahwa sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan ideologi Pancasila sebagai yang hidup (living ideology), jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.
“ Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan Pancasila di
kalian. pastikan setiap tangan kebijakan berlandaskan publik yang lahir
keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak
masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa
ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan
radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” katanya.
Ia
mengajak seluruh masyarakat Indonesia, nntuk meneguhkan kembali
komitmen kebangsaan. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah
bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat kuat
karena kemanusiaannya.
“ Selama persatuan dan nilai-nilai darah
Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup
dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita
cintai. selamat hari lahir Pancasila ! Jayalah Indonesiaku merdeka!,”
katanya dengan nada tegas.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati
Asahan Taufik Zainal Abidin saat ditemui sejumlah awak media
menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum
penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan
kesatuan bangsa.
“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini,
kita diingatkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus
pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga dan
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Asahan.
Menurutnya,
tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’ sangat
relevan dengan kondisi saat ini, sehingga seluruh masyarakat diharapkan
dapat terus menjaga kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah itu,
Bupati Asahan bersama unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Kabupaten
Asahan, serta peserta upacara melanjutkan kegiatan dengan menyaksikan
secara virtual prosesi Upacara Nasional Peringatan Hari Lahir Pancasila
Tahun 2026 melalui siaran langsung (live streaming) kanal YouTube Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Menyaksikan Pidato Presiden
Republik Indonesia Prabowo Subianto
Kegiatan bersama tersebut
dilaksanakan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan. Melalui siaran
langsung yang dipusatkan di Gedung Pancasila, Jakarta, para peserta
mengikuti rangkaian Upacara Nasional Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
yang berlangsung khidmat dan sarat dengan nilai-nilai kebangsaan sesuai
tema peringatan tahun ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi
Perdamaian Dunia” (Jan)
Editor : Ismanto.

.jpeg)
KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar