-->

Ads (728x90)

Reses di Desa Pian Tengah Natuna, Marzuki : Saya Komitmen Perjuangkan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Warga menghadiri reses Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepri, Marzuki,S.H di Desa Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Selasa (11/8/2026) (Foto : Putra/Peristiwanusantara.com)

By Putra Mardiyanto.

NATUNA, Peristiwanusantara.com
– Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepri, Marzuki,S.H komitmen memperjuangkan pembangunan kawasan perbatasan. Seluruh usulan masyarakat akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Provinsi Kepri.

Menurutnya kebutuhan yang disampaikan warga bukan sekedar keinginan, melainkan kebutuhan dasar yang harus diwujudkan agar pembangunan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih merata.

Hal tersebut disampaikan Marzuki saat menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) Natuna-Anambas di Desa Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, pada Selasa (11/8/2026).

"Infrastruktur jalan hotmix, kelanjutan pembangunan gang, hingga intervensi nyata untuk para petani di Pian Tengah bukan sekadar usulan biasa. Ini adalah kebutuhan mendasar rakyat. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Natuna-Anambas, memperjuangkan kawasan perbatasan adalah harga mati," tegasnya.

Pembangunan wilayah perbatasan, menurutnya tidak boleh hanya dipandang dari sisi geografis, tetapi juga harus menjadi prioritas dalam pemerataan pembangunan daerah. 

Infrastruktur yang memadai akan membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mempercepat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.

“ Seluruh aspirasi yang saya terima selama reses akan saya kawal dan perjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Provinsi Kepri agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan pemerintah daerah,” katanya.

Marzuki berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan DPRD terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.

“ Reses DPRD merupakan agenda konstitusional yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” katanya. 

Melalui kegiatan reses, berbagai kebutuhan riil masyarakat dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan, khususnya bagi wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas yang memiliki tantangan pembangunan tersendiri.

Reses ini dihadiri oleh Kepala Desa Pian Tengah, Abdullah dan warga Desa Pian Tengah.

Kepala Desa Pian Tengah, Abdullah, menyampaikan aspirasi warga yakni berbagai persoalan yang selama ini dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi desa.

Abdullah menyampaikan tiga usulan prioritas yang dinilai mendesak untuk segera mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Usulan pertama adalah pembangunan jalan hotmix menuju Desa Pian Tengah. Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, memperlancar distribusi barang, serta menunjang mobilitas warga sehari-hari.

"Infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian desa. Jika akses jalan baik, hasil pertanian akan lebih mudah dipasarkan, biaya transportasi dapat ditekan, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar," kata Abdullah.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penataan lingkungan dan pembangunan akses antarpermukiman agar konektivitas antarwilayah di desa semakin baik dan pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh warga.

Abdullah juga menyampaikan bahwa warga berharap adanya bantuan di sektor pertanian berupa sarana dan prasarana penunjang produksi. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. (Put)

Editor : Ismanto

Posting Komentar