-->

Ads (728x90)

Amsakar Lantik Rikayasa Sebagai Panglima Sambang Kota Batam
Walikota Amsakar menyerahkan bendera petaka kepada Rikayasa yang dilantik sebagai Panglima Sambang Kota Batam di Hotel Vanilla, Batam, Jumat (31/7/2026) (Foto : Ikhsan/Peristiwanusantara.com)

By Ikhsan

BATAM, Peristiwanusantara.com
- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melantik Rikayasa sebagai Panglima Sambang Kota Batam, pada Jumat (31/7/2026) di Hotel Vanilla, Batam, 

Prosesi pelantikan Rikayasa sebagai Panglima Sambang Kota Batam, yang bergelar Datuk Panglima Hitam ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Walikota Amsakar kepada Rikayasa, sebagai simbol estafet kepemimpinan dan amanah organisasi. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar sebagai doa dan harapan agar kepemimpinan yang baru senantiasa diberi keberkahan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.

Pelantikan Datuk Panglima Hitam Panglima Sambang Kota Batam ini, diselenggarakan oleh Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam (Gerakan Gabungan Anak Kepulauan–Hidup Indah Tegaknya Adat dan Marwah)

Dalam sambutannya, Walikota Amsakar mengajak organisasi adat dan kemasyarakatan terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Batam.

Ia mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, dan berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru ini, Gagak Hitam semakin maju, semakin solid, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa organisasi adat memiliki peran strategis sebagai perekat keberagaman di tengah pesatnya perkembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi. Karena itu, organisasi kemasyarakatan diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menciptakan suasana sejuk, menjaga persatuan, serta mempererat kebersamaan.

Amsakar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan nilai-nilai adat, budaya, dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

“ Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan local,” katanya.

Usai dilantik, Panglima Sambang Kota Batam, Rikayasa kepada wartawan mengatakan dirinya siap mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” katanya.

Ia menegaskan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kondusivitas daerah.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, menjadi peneduh bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebersamaan di Kota Batam,” katanya. (San)

Editor : Ismanto

Posting Komentar