-->

Ads (728x90)

Bupati Karimun Harapkan Industri Tenun Tradisional Dilestarikan
Industri Tenun Tradisional saat kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, Senin (10/8) (Foto : Robert/Peristiwanusantara.com)

By Robert

KARIMUN, Peristiwanusantara.com
– Tenun tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah sangat penting untuk dilestarikan. 

Pengembangan industri tenun juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha, meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian lokal.

Demikian disampaikan Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, pada Senin (10/8).

“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Bupati Karimun.

Selanjutnya, Bupati Iskandarsyah mengatakan pengembangan industri tenun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan maupun mitra dari luar daerah dan luar negeri.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat Kabupaten Karimun dengan para peserta dari kawasan Johor dan Malaka, khususnya dalam pengembangan keterampilan, budaya dan usaha berbasis kerajinan tradisional.

Bupati berharap dengan digelarnya kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini, industri tenun tradisional di Kabupaten Karimun semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“ Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat local,” katanya.

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Puji Lisanti,S.E dalam laporannya memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional.

Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ir. H. Ruffindy Alamsjah, M.App.Sc menyampaikan sambutan terkait pentingnya pengembangan industri tenun tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri berbasis potensi dan kearifan lokal.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Sholawat Busyro. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Khairol Ihsan.

Setelah kegiatan ini dibuka Bupati Karimun, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, narasumber, peserta, serta rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru dan Malaka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun.

Pembukaan kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepala Desa Pongkar dan Kepala Desa Pangke, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, para narasumber, serta undangan dan peserta kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru, dan Malaka, yang terdiri atas pensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, para guru, pelaku usaha, karyawan swasta sektor perbankan, serta mahasiswa. (Bert)

Editor : Ismanto

Posting Komentar