By Anggrainas Prasetio
TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com - Nasib pilu dialami Margan salah satu korban bencana angin puting beliung di Kota Tanjungpinang dua tahun lalu. Sejak diterjang bencana tersebut, Margan mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
Meski begitu Margan bersama istri dan ketiga anaknya terpantau masih menempati rumah yang terkena bencana tersebut.
"Sudah dua tahun pasca angin puting beliung, rumah saya hampir seluruh bagian atapnya diterbangkan angin. Hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga datang dari Pemerintah Kota Tanjungpinang,” ujar Margan kepada media ini, Senin (6/4/2026).
Dua tahun tanpa kejelasan, Margan dengan dibantu keluarga dan sanak saudaranya secara bertahap melakukan perbaikan atap rumahnya yang diterjang angin puting beliung.
Meski sudah dilakukan perbaikan, tetap saja rumahnya belum sepenuhnya sempurna, hal itu dikarenakan kurangnya biaya dan keterbatasan alat.
Untuk itu Margan berharap pemerintah turut membantunya dengan merealisasikan janjinya kala itu, dimana Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial dan Perkim menurutnya sempat melakukan survei dan berjanji akan memberikan bantuan.
"Kejadian itu terjadi akhir tahun. Setelah itu pihak Dinas Sosial, Dinas Perkim, beserta pihak Kelurahan Batu 9 datang survei ke rumah saya. Mereka menyebut bantuan akan diproses pada awal tahun dan menjadi skala prioritas,” kata Margan, menirukan pernyataan pihak pemerintah saat itu.
Namun hingga kini Margan mengaku tidak pernah mendapatkan informasi lanjutan terkait realisasi bantuan yang dijanjikan.
“Waktu itu ada dari Dinas Sosial dan Dinas Perkim datang survei, lihat kondisi rumah. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar lanjutan,” tutup Margan.
Margan, warga Jalan Asia Afrika RT 03/RW 012, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang merupakan satu diantara beberapa korban bencana yang sampai saat ini masih menunggu realisasi janji dari pemerintah setempat. (Angga)
Editor : Ismanto
KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar